Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

NTP Tanaman Pangan di Kaltim Turun, Hortikultura dan Peternakan Justru Menguat

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 22 April 2026 | 18:24 WIB
POSITIF: Subsektor hortikultura mencatat kinerja positif. Pada Maret NTPnya 119,14 atau naik 2,81 persen dibanding bulan sebelumnya.
POSITIF: Subsektor hortikultura mencatat kinerja positif. Pada Maret NTPnya 119,14 atau naik 2,81 persen dibanding bulan sebelumnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja nilai tukar petani (NTP) di Kalimantan Timur pada Maret 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam antar subsektor. Tanaman pangan dan perkebunan rakyat mengalami tekanan, sementara hortikultura, peternakan, hingga perikanan justru mencatat penguatan.

“NTPP Maret 2026 sebesar 101,66 atau mengalami penurunan sebesar 0,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Ketua Tim Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih.

Baca Juga: Logistik Balikpapan Lesu? Kunjungan Kapal di Semayang-Kariangau Anjlok Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya

Penurunan dipicu oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 0,27 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik 0,71 persen. Kondisi tersebut membuat margin yang diterima petani semakin tertekan.

Jika dirinci, penurunan It terjadi pada seluruh kelompok tanaman pangan, yakni kelompok padi turun 0,36 persen dan palawija turun 0,02 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Ib pada kelompok konsumsi rumah tangga naik 0,90 persen dan indeks biaya produksi (BPPBM) naik 0,21 persen.

Berbanding terbalik, subsektor hortikultura mencatat kinerja positif. NTP hortikultura (NTPH) pada Maret 2026 yaitu 119,14 atau naik 2,81 persen dibandingkan Februari 2026. Didorong oleh lonjakan It 3,62 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Ib yang hanya 0,79 persen.

Secara kelompok, kenaikan It hortikultura terutama terjadi pada sayur-sayuran 3,40 persen dan buah-buahan 4,05 persen. Namun, kelompok tanaman obat-obatan justru mengalami penurunan 2,78 persen. Di sisi lain, Ib pada konsumsi rumah tangga naik 0,89 persen dan BPPBM naik 0,12 persen.

Baca Juga: Turun Tipis 0,72 Persen, Daya Beli Petani Kaltim Tetap Tinggi di Level 148

Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat masih mencatat NTP tertinggi, meskipun mengalami penurunan. NTPR pada Maret 2026 tercatat 206,61 atau turun 1,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi seiring kenaikan Ib sebesar 0,82 persen, yang turut menambah beban petani. Adapun Ib pada konsumsi rumah tangga dan BPPBM masing-masing naik 0,89 persen dan 0,65 persen.

Di subsektor peternakan, kondisi justru membaik. NTP peternakan (NTPT) naik 1,64 persen menjadi 111,43. Kenaikan didorong oleh peningkatan It 2,20 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Ib 0,55 persen.

Ariyanti menjelaskan, kenaikan It peternakan terjadi pada seluruh kelompok, dengan kenaikan tertinggi pada unggas 2,31 persen, disusul ternak besar 2,12 persen, hasil ternak/unggas 1,29 persen, dan ternak kecil 0,15 persen. Sementara itu, Ib pada konsumsi rumah tangga naik 0,89 persen dan BPPBM naik 0,13 persen.

Untuk subsektor perikanan, nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan (NTNP) juga mengalami kenaikan. Pada Maret 2026, NTNP tercatat 106,17 atau naik 0,57 persen dibandingkan Februari 2026. Kenaikan didorong oleh It yang meningkat 1,25 persen, lebih tinggi dibandingkan Ib yang naik 0,67 persen.

Jika dirinci, It pada perikanan tangkap naik 1,73 persen dan perikanan budidaya naik 0,22 persen. Sementara itu, Ib pada konsumsi rumah tangga naik 0,82 persen dan BPPBM naik 0,37 persen.

Editor : Muhammad Ridhuan
#konsumsi rumah tangga #Perkebunan Rakyat #nilai tukar petani #hortikultura #badan pusat statistik