KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Bank Indonesia mencatat minat penggunaan QRIS lintas negara antara Indonesia dan China meningkat signifikan, bahkan sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Dalam fase uji coba (sandbox), sistem pembayaran ini telah mencatat sekitar 1,64 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp556 miliar.
Baca Juga: Eks Polisi Bunuh dan Bakar Pacar di Indramayu Dituntut Seumur Hidup, Ini Fakta Sidangnya
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebut capaian tersebut menjadi indikator kuat tingginya kebutuhan transaksi digital lintas negara yang cepat dan efisien.
Menurutnya, tren ini juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi antarnegara.
BI menargetkan peluncuran resmi QRIS cross border Indonesia–China akan dilakukan pada 30 April 2026. Implementasi awal melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia, terdiri atas 16 bank dan 8 lembaga nonbank. Sementara dari pihak China, tercatat 19 penyelenggara turut ambil bagian.
Baca Juga: Daftar Lengkap 18 Poin UU Pekerja Rumah Tangga: Wajib Dapat BPJS, Jam Kerja Harus Jelas
Di sisi lain, langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mempermudah wisatawan maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi tanpa hambatan kurs dan metode pembayaran.
Editor : Uways Alqadrie