KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (24/4) berakhir di zona merah dengan tekanan cukup dalam.
Indeks tercatat merosot 249,116 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,49, menandai pelemahan signifikan sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Seluruh sektor saham tak mampu menahan tekanan jual. Sektor barang konsumen non-primer mencatat penurunan paling dalam hingga 4,27 persen, disusul sektor energi 4,22 persen dan infrastruktur 4,08 persen.
Sektor properti dan real estat juga terkoreksi 3,89 persen, diikuti perindustrian 3,47 persen serta transportasi dan logistik yang turun 3,31 persen.
Pelemahan juga terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 3,08 persen dan sektor bahan baku yang terkoreksi 2,76 persen. Tekanan merata ini menunjukkan sentimen negatif yang cukup kuat di pasar.
Dari sisi transaksi, aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 47,13 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,34 triliun.
Baca Juga: Heboh Kenaikan dan Rapel Gaji Pensiunan PNS 2026 Dibahas, Taspen: Tunggu Dulu…
Mayoritas saham mengalami penurunan, dengan 670 saham terkoreksi, 83 saham menguat, dan 62 saham stagnan.
Meski indeks tertekan, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan.
Di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 1,90 persen, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menguat 0,84 persen, serta PT Indosat Tbk (ISAT) yang bertambah 0,77 persen.
Sebaliknya, tekanan paling dalam dialami sejumlah saham unggulan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin pelemahan dengan penurunan 10,22 persen.
Baca Juga: Bocah 9 Tahun Tewas di Lubang Tambang, JATAM Tagih Janji Gubernur Rudy Kaltim
Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 7,76 persen dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 6,29 persen.
Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih dibayangi sentimen negatif, sehingga membuat pergerakan IHSG belum mampu keluar dari tekanan hingga akhir pekan.
Editor : Uways Alqadrie