KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ada pesan kuat di balik kunjungan silaturahmi Bank Syariah Indonesia (BSI) ke Kaltim Post Group, Kamis (23/4). Fenomena ketidakpastian ekonomi global kini memicu perubahan perilaku ekonomi masyarakat lokal, yang mulai beralih pada instrumen investasi lebih stabil: emas.
Pawning Sales Officer BSI KCP Soekarno-Hatta, Alfred, menjelaskan bahwa masyarakat kini semakin rasional dalam menghadapi fluktuasi ekonomi. Emas dinilai sebagai pelabuhan aman (safe haven) karena nilainya yang relatif stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang.
“Kondisi ekonomi sekarang yang tidak menentu justru meningkatkan kesadaran pentingnya investasi emas,” ungkap Alfred.
Menariknya, tren ini tidak lagi didominasi oleh kelompok usia mapan. Generasi milenial dan Gen Z di Balikpapan mulai aktif menyisihkan pendapatan mereka untuk berinvestasi. Alfred menilai hal ini sebagai sinyal positif bergesernya perilaku anak muda dari konsumtif menuju produktif.
“Anak muda sekarang sudah mulai membandingkan. Misalnya, daripada membeli motor yang nilainya pasti turun (depresiasi), mereka lebih memilih emas yang nilainya justru naik,” jelasnya.
Data internal BSI KCP Soekarno-Hatta memperkuat tren tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 680 nasabah produk gadai dan 820 nasabah cicil emas, dengan total mencapai 1.400 nasabah aktif. Angka ini membuktikan bahwa emas telah berevolusi menjadi strategi keuangan modern, didukung kemudahan akses digital melalui aplikasi BYOND.
Literasi keuangan yang didorong BSI melalui produk seperti cicil emas dan tabungan emas diharapkan menjadi fondasi baru bagi ketahanan finansial masyarakat. "Di tengah tekanan ekonomi global, pergeseran ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi lokal," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo