Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Makanan hingga Jasa, Ini Penyumbang Inflasi Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 27 April 2026 | 16:28 WIB
TERBESAR: Kelompok makanan memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan.
TERBESAR: Kelompok makanan memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan.

KALTIMPOST.ID,SAMARINDA - Struktur inflasi Kalimantan Timur sepanjang 2025 menunjukkan tekanan terbesar berasal dari kelompok kebutuhan dasar masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 4,72 persen.

Kelompok tersebut juga memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni 1,40 persen. Namun jika dilihat dari persentase kenaikan tertinggi, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mencatat inflasi paling tinggi, mencapai 12,55 persen, dengan andil 0,82 persen.

Artinya, bahwa tekanan inflasi tidak hanya datang dari kebutuhan pokok, tetapi juga dari sektor jasa dan konsumsi non-pangan. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan dasar perhitungan kontribusi tersebut.

"Bobot IHK diperoleh dari hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 dan dihitung sebagai perbandingan nilai konsumsi setiap kelompok pengeluaran terhadap total nilai konsumsi," jabarnya.

Artinya, kelompok dengan bobot besar seperti makanan akan memberikan dampak lebih besar terhadap inflasi. “Kelompok pengeluaran dengan bobot yang lebih besar akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap perubahan IHK," tegas Mas’ud. 

Dengan total 414 komoditas yang dipantau, struktur inflasi Kaltim menjadi gambaran lengkap pola konsumsi masyarakat. Mulai dari bahan pangan, transportasi, hingga jasa, semuanya berkontribusi terhadap naik turunnya inflasi.

Data tersebut menjadi penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pengendalian harga, terutama pada sektor-sektor yang paling dominan memicu inflasi. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Mas’ud Rifai #BPS KALTIM #inflasi Kaltim 2025