Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investasi Emas Kini Segampang Main Medsos! Lewat BYOND, BSI Balikpapan Bocorkan Rahasia Cetak Emas Tanpa Ribet

Ulil Mu'Awanah • Senin, 27 April 2026 | 18:40 WIB
INOVASI: Tidak hanya menghadirkan produk investasi emas, BSI juga membangun sistem yang memudahkan nasabah memahami seluruh proses secara transparan melalui aplikasi BYOND.
INOVASI: Tidak hanya menghadirkan produk investasi emas, BSI juga membangun sistem yang memudahkan nasabah memahami seluruh proses secara transparan melalui aplikasi BYOND.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Perkembangan teknologi digital semakin memainkan peran penting dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini terlihat dari langkah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang terus mendorong kemudahan akses investasi emas melalui ekosistem digital terintegrasi.

Pawning Sales Officer, BSI KCP Soekarno-Hatta Balikpapan, Alfred menuturkan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam mendekatkan layanan investasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sudah akrab dengan teknologi. BSI tidak hanya menghadirkan produk investasi emas, tapi membangun sistem yang memudahkan nasabah memahami seluruh proses secara transparan melalui aplikasi BYOND.

“Semua sudah tersedia di aplikasi kami, mulai dari biaya cetak sampai detail transaksi. Jadi nasabah bisa lebih mudah memahami,” tuturnya, baru-baru ini. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai mekanisme pembelian, biaya cetak hingga simulasi transaksi.

Baca Juga: Magnet IKN! Raksasa Kimia Tiongkok Lirik Kariangau, Siapkan Rencana Integrasi Produksi dan Logistik

Transparansi ini menjadi nilai tambah yang mendorong kepercayaan sekaligus minat masyarakat terhadap investasi emas berbasis syariah. Sebagai gambaran, untuk mencetak emas seberat 2 gram, nasabah dikenakan biaya sekitar Rp 237.500. Skema biaya ini disusun secara jelas dan terbuka, termasuk untuk kelipatan gram berikutnya, sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna.

Kemudahan akses dan transparansi tersebut terbukti berdampak signifikan terhadap pertumbuhan jumlah nasabah. Dalam satu cabang saja, jumlah nasabah produk emas BSI telah mencapai sekitar 1.400 orang. Angka ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam berinvestasi, dari metode konvensional menuju sistem digital yang lebih praktis dan efisien.

Lebih jauh, Alfred menilai bahwa transformasi ini bukan sekadar peningkatan layanan, tetapi juga bagian dari perubahan ekosistem keuangan secara menyeluruh. Teknologi memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengakses instrumen investasi tanpa hambatan yang berarti.

Selain itu, kolaborasi antara sektor perbankan dan media dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas literasi keuangan digital. Edukasi yang tepat akan membantu masyarakat memahami manfaat dan mekanisme investasi secara lebih komprehensif.

Baca Juga: Kasus Suap IUP Kaltim, Dayang Donna Faroek Dituntut 6 Tahun 10 Bulan Penjara

Di tengah era ekonomi digital, investasi emas kini tidak lagi identik dengan proses rumit dan konvensional. Sebaliknya, ia telah bertransformasi menjadi produk modern yang inklusif, transparan, serta mudah diakses kapan saja.

Ke depan, BSI juga berencana menghadirkan inovasi lanjutan berupa ATM emas di Balikpapan. Fasilitas ini memungkinkan nasabah untuk mencetak atau mengambil emas fisik secara langsung melalui mesin, menghadirkan pengalaman investasi yang lebih cepat dan praktis.

Langkah ini mempertegas komitmen BSI dalam mengembangkan layanan keuangan berbasis teknologi, sekaligus memperluas jangkauan investasi emas bagi masyarakat di daerah. "Dengan pendekatan digital yang terus diperkuat, investasi emas diproyeksikan semakin diminati sebagai instrumen keuangan yang aman dan mudah diakses. Apalagi nanti ada ATM emas yang semakin memudahkan nasabah memiliki emas secara fisik dengan langsung," ucap Alfred. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Investasi Emas BSI #ATM Emas Balikpapan #investasi emas digital #Aplikasi BYOND #bank syariah indonesia