Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Sawit Kaltim Anjlok Hampir 45 Persen, Pupuk Justru Melonjak 737 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 11 Mei 2026 | 18:06 WIB
TURUN: Penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani atau nabati.
TURUN: Penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani atau nabati.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan ekspor pupuk menjadi kejutan di tengah perlambatan perdagangan luar negeri Kalimantan Timur pada Maret 2026. Meski secara total ekspor nonmigas masih terkoreksi, sejumlah komoditas industri justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2026 terjadi pada golongan barang pupuk. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan pertumbuhan ekspor pupuk menjadi yang paling tinggi dibanding golongan barang lainnya pada periode tersebut.

“Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2026 terhadap Februari 2026 terjadi pada golongan barang pupuk yang naik USD42,38 juta atau 737,04 persen,” ujarnya.

Baca Juga: PPN Kilang Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan PPU, Program Binaan Panen Perdana 80 Kg Nila

Tak hanya pupuk, beberapa komoditas industri lainnya juga mengalami kenaikan cukup tajam. Golongan barang bahan kimia anorganik tercatat naik USD14,46 juta atau tumbuh 50,65 persen. Sementara bahan bakar mineral masih menunjukkan penguatan dengan kenaikan USD9,88 juta atau 0,95 persen.

Pada Maret 2026, ekspor bahan bakar mineral mencapai USD1,046 miliar. Nilai tersebut masih menjadikan komoditas tersebut sebagai penopang utama ekspor nonmigas Kaltim.

Selain itu, berbagai produk kimia juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspornya naik dari USD83,10 juta menjadi USD90,37 juta atau tumbuh 8,75 persen. Bahkan secara kumulatif Januari-Maret 2026, mencatat pertumbuhan 102,18 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Meski ada sejumlah komoditas yang tumbuh, tekanan besar datang dari sektor lemak dan minyak hewani/nabati. Komoditas tersebut menjadi penyumbang penurunan terdalam pada Maret 2026.

Baca Juga: Program MBG Resmi Jalan di Kutim, 1.247 Pelajar Langsung Nikmati Makan Gratis Perdana dari SPPG Polres Kutim

“Penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD124,08 juta atau 44,96 persen,” katanya.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewani/nabati turun dari USD276 juta pada Februari 2026 menjadi hanya USD151,92 juta pada Maret 2026. Penurunan itu ikut menahan laju ekspor nonmigas Kaltim secara keseluruhan.

Secara total, ekspor nonmigas Kaltim pada Maret 2026 tercatat USD1,404 miliar atau turun 2,74 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai USD1,443 miliar. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, struktur ekspor nonmigas Kaltim masih didominasi golongan bahan bakar mineral. Memberikan kontribusi 75,08 persen terhadap total ekspor nonmigas.

“Selama Januari-Maret 2026, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 99,88 persen terhadap total ekspor nonmigas,” papar Mas’ud. Selain bahan bakar mineral, komoditas dengan kontribusi besar lainnya ialah lemak dan minyak hewani/nabati 14,52 persen serta berbagai produk kimia 5,44 persen. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekspor nonmigas Kaltim #ekspor sawit Kaltim #ekonomi Kaltim 2026 #ekspor pupuk Kaltim #BPS KALTIM