KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kecamatan Balikpapan Selatan menjadi wilayah dengan aktivitas investasi dan perizinan usaha tertinggi di Kota Minyak sepanjang triwulan pertama 2026.
Berdasarkan data Dashboard OSS Berbasis Risiko Kota Balikpapan, kawasan tersebut mencatat 1.616 proyek usaha atau sekitar 34 persen dari total 4.756 proyek yang terdaftar.
Posisi kedua ditempati Balikpapan Utara dengan 1.285 proyek atau 27 persen. Sementara Balikpapan Timur mencatat 618 proyek, Balikpapan Tengah 474 proyek, dan Balikpapan Kota 447 proyek beber Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi.
Ia menyebut tingginya aktivitas usaha di Balikpapan Selatan dipengaruhi perkembangan kawasan perdagangan, jasa, kuliner, dan hunian yang terus tumbuh.
Baca Juga: UMKM Makin Mudah Buka Usaha di Balikpapan, Ribuan NIB Terbit dalam Tiga Bulan
“Balikpapan Selatan memang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Banyak usaha jasa, perdagangan, kuliner, hingga sektor pendukung hunian berkembang cukup pesat di wilayah tersebut,” ucapnya.
Ia menjelaskan, perkembangan infrastruktur kota serta meningkatnya mobilitas masyarakat turut mendorong investor memilih kawasan strategis tersebut sebagai lokasi usaha.
Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara juga memberikan dampak psikologis positif terhadap pertumbuhan investasi di Balikpapan, terutama untuk sektor jasa penunjang dan perdagangan.
“Balikpapan menjadi daerah penyangga utama IKN. Ini membuat permintaan terhadap berbagai layanan usaha meningkat, mulai dari makanan dan minuman, logistik, akomodasi, hingga jasa perorangan,” katanya.
Data OSS juga memperlihatkan mayoritas proyek usaha di Balikpapan masih didominasi kategori risiko rendah sebanyak 3.495 proyek atau 73,5 persen. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas usaha mikro dan kecil yang memanfaatkan kemudahan sistem perizinan berbasis risiko.
Selain itu, sebanyak 2.989 NIB atau 99,1 persen berasal dari pelaku usaha UMK. Sedangkan dari sisi investasi, PMDN mendominasi dengan 3.013 NIB atau hampir seluruh total perizinan yang diterbitkan.
Hasbullah menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah karena menunjukkan pertumbuhan kewirausahaan lokal yang semakin aktif.
“Yang paling menggembirakan adalah pertumbuhan pelaku usaha lokal. Artinya masyarakat mulai sadar pentingnya legalitas usaha dan berani mengembangkan bisnis secara formal,” ucapnya.
Ia menambahkan, DPMPTSP terus melakukan pendampingan dan sosialisasi OSS kepada masyarakat agar proses perizinan menjadi lebih mudah dipahami, terutama bagi pelaku UMKM pemula.
Baca Juga: Ketika Batu Bara Tak Lagi Cukup
Pemerintah Balikpapan juga berupaya menjaga momentum pertumbuhan investasi dengan meningkatkan kualitas layanan publik, mempercepat proses verifikasi izin, serta memperkuat integrasi sistem digital.
“Kami ingin investasi di Balikpapan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo