KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 tak lagi sekadar menjadi agenda seremonial ekonomi syariah. Ajang yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur itu mulai menunjukkan dampak konkret terhadap penguatan usaha halal di daerah.
Selama pelaksanaannya 8-10 Mei, KalaFest 2026 berhasil memfasilitasi business matching pembiayaan UMKM syariah senilai Rp 3,27 miliar kepada 20 pelaku usaha. Selain itu, transaksi penjualan dari 160 tenant sharia expo juga menembus Rp 1,29 miliar.
Plh Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, inklusi, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kaltim melalui penyelenggaraan KalaFest 2026,” bebernya.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Babak Belur Sentuh Rp17.500, Pengamat Prediksi Masih Bisa Turun
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan KalaFest tak lepas dari dukungan banyak pihak. Mulai pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), lembaga keuangan syariah, hingga pelaku UMKM dan pondok pesantren.
KalaFest tahun ini juga menghadirkan berbagai program strategis untuk memperkuat rantai halal di Kaltim. Di antaranya launching website KDEKS sebagai pusat informasi halal, fasilitasi Rumah Potong Unggas Halal, hingga penguatan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan pelaku usaha syariah.
Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menilai, KalaFest telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberi dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi syariah di daerah.
“KalaFest tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, hingga percepatan integrasi ekosistem halal di Kaltim,” katanya.
Dia juga mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang terus menggelar KalaFest sejak 2024. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, KalaFest 2026 mencatat total kunjungan mencapai 24.815 orang. Ribuan pengunjung mengikuti berbagai agenda seperti seminar, talkshow, edukasi syariah, bazar, hingga kompetisi ekonomi syariah.
Bank Indonesia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal bahwa ekonomi syariah mulai memiliki ruang yang semakin kuat di Bumi Etam, tidak hanya sebagai konsep keagamaan, tetapi juga penggerak ekonomi baru berbasis industri halal dan keuangan inklusif. (*)
Editor : Sukri Sikki