KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aktivitas perdagangan luar negeri Kalimantan Timur masih bertumpu pada sejumlah pelabuhan utama. Pada Maret 2026, Pelabuhan Balikpapan menjadi pintu keluar-masuk barang terbesar, baik untuk ekspor maupun impor.
Tiga pelabuhan dengan kontribusi ekspor terbesar pada Maret 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Bonthan Bay. “Pelabuhan Balikpapan mencatat nilai ekspor USD382,76 juta, kemudian Pelabuhan Samarinda USD277,85 juta, dan Pelabuhan Bontang Bay USD219,68 juta,” beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Meski masih mendominasi, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama di Kaltim mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Pada Februari 2026, total ekspor dari lima pelabuhan utama mencapai USD1,42 miliar, sedangkan pada Maret 2026 turun menjadi USD1,22 miliar. “Jika dibandingkan dengan Februari 2026, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mengalami penurunan 14,04 persen,” jelas Mas’ud.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pelabuhan Balikpapan menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Kaltim dengan kontribusi 29,94 persen. Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Samarinda 19,13 persen dan Pelabuhan Tanjung Bara 13,31 persen.
Di sisi lain, aktivitas impor justru menunjukkan tren meningkat tajam pada Maret 2026. Kenaikan terjadi pada lima pelabuhan utama di Kaltim. Masud menjelaskan, total nilai impor melalui lima pelabuhan utama melonjak 89,28 persen dibanding Februari 2026. Nilainya naik dari USD332,97 juta menjadi USD630,26 juta.
“Total nilai impor Kaltim melalui tiga pelabuhan bongkar terbesar pada Maret 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan USD552,36 juta, Pelabuhan Tanjung Bara USD30,47 juta, dan Pelabuhan Samarinda USD17,95 juta,” jelasnya.
Dominasi Pelabuhan Balikpapan juga terlihat pada aktivitas impor selama triwulan pertama 2026. Pelabuhan tersebut menyumbang 87,08 persen dari total impor Kaltim. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Bara berkontribusi 3,54 persen terhadap total impor daerah. Adapun Pelabuhan Samarinda menyumbang 2,81 persen sepanjang Januari-Maret 2026. (*)
Editor : Ismet Rifani