KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Kota Minyak sepanjang tahun 2025. Bahkan, realisasi PMDN mencapai Rp 23,77 triliun atau sekitar 87 persen dari total investasi daerah.
Besarnya nilai PMDN menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Balikpapan. Selain menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan juga dinilai memiliki infrastruktur, konektivitas, dan pasar yang semakin berkembang.
“Dominasi PMDN menunjukkan bahwa pelaku usaha dalam negeri melihat Balikpapan sebagai kota yang sangat potensial untuk pengembangan bisnis. Ini juga memperlihatkan ekonomi lokal semakin kuat dan kompetitif,” ucap Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi.
Dirinya berujar, dominasi PMDN menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dari total 13.331 proyek investasi selama 2025, sebanyak 11.753 proyek berasal dari PMDN. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan proyek PMA yang tercatat sebanyak 1.578 proyek.
Baca Juga: Investasi Balikpapan Meledak hingga Rp27,25 Triliun, Lampaui Target 668 Persen
Triwulan III menjadi periode dengan realisasi PMDN tertinggi yakni Rp 9,54 triliun. Lonjakan investasi pada periode tersebut diperkirakan dipengaruhi meningkatnya pembangunan sektor properti, jasa konstruksi, perdagangan, serta bisnis penunjang IKN.
Sementara pada triwulan IV, PMDN kembali mencatat pertumbuhan kuat dengan nilai investasi mencapai Rp 7,14 triliun. Hasbullah menilai geliat investasi domestik tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah daerah kepada investor.
“Kami terus memperkuat pelayanan berbasis digital dan mempercepat proses perizinan. Kepastian layanan menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor,” katanya.
Baca Juga: Sidang DBON Kaltim: Ahli Meringankan Sebut Cacat Administrasi Tak Bisa Langsung Dipidana
Ia mengatakan keberadaan sistem Online Single Submission (OSS) turut mempercepat pengurusan perizinan usaha dan meningkatkan transparansi layanan. Selain itu, pemerintah daerah juga aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha agar proses investasi berjalan lebih lancar.
Menurut Hasbullah, sektor perdagangan dan jasa masih menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar di Balikpapan. Hal tersebut dipengaruhi pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi akibat pembangunan IKN.
“Balikpapan saat ini menjadi pusat aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur. Banyak investor melihat peluang besar terutama di sektor jasa, perhotelan, kuliner, logistik, dan properti,” ujarnya.
Ia optimistis tren investasi domestik akan terus meningkat pada tahun mendatang seiring percepatan pembangunan kawasan IKN.
“Ke depan kami ingin menjaga momentum ini agar investasi yang masuk tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” tambahnya.
Hasbullah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah dan kepastian hukum agar investor tetap nyaman menanamkan modal di Balikpapan. “Kepercayaan investor harus terus dijaga. Karena itu pemerintah daerah akan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo