KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur terus melebar. Melalui platform KURKaltim.com yang menjadi program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), nilai pengajuan kredit usaha rakyat terus tumbuh signifikan dalam lima tahun terakhir.
Hingga Maret 2026, KURKaltim.com telah memfasilitasi pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nominal mencapai Rp69,49 miliar. Jumlah pengajuannya juga melonjak menjadi 726 pengajuan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara), perkembangan pengajuan KUR melalui platform tersebut menunjukkan tren kenaikan konsisten. Pada Desember 2021, nominal pengajuan baru Rp18,12 miliar dengan 203 pengajuan.
Angka itu naik menjadi Rp45,55 miliar pada 2022, Rp48,74 miliar pada 2023, hingga mencapai Rp68,53 miliar pada akhir 2025. Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan sekaligus kepercayaan pelaku usaha terhadap akses pembiayaan formal.
Baca Juga: Data BPS Maret 2026: Impor Barang dari Besi dan Baja di Kaltim Capai USD12,5 Juta, Ada Apa?
“Sebagai wujud komitmen dalam memperluas akses keuangan yang inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM, OJK Kaltim-Kaltara terus mendorong peningkatan akses pembiayaan melalui berbagai inisiatif strategis,” ujarnya. Menurut dia, salah satu penguatan yang dilakukan ialah melalui program Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM). Program itu merupakan kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia Kaltim, dan TPAKD.
Hingga triwulan I 2026, BIMA ETAM telah digelar dalam 11 seri kegiatan di tujuh daerah, meliputi Samarinda, Bontang, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu. Pelaksanaan terakhir pada 31 Maret 2026 digelar di Desa Wisata Kampung Tenun Samarinda. Kegiatan tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah dan antusiasme pelaku UMKM, terutama sektor ekonomi kreatif.
Melalui program itu, realisasi pembiayaan telah menjangkau 354 debitur dengan total plafon Rp12,51 miliar. Misran menegaskan, OJK bersama para pemangku kepentingan akan terus memperluas akses pembiayaan UMKM di berbagai daerah. “Ke depan, OJK Kaltim-Kaltara bersama para mitra strategis akan terus memperluas pelaksanaan program ini di berbagai kabupaten/kota, melalui sinergi dengan pemangku kepentingan setempat serta optimalisasi produk Lembaga Jasa Keuangan, guna memperkuat ekosistem UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” katanya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki