KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan impor Kalimantan Timur pada Maret 2026 didorong lonjakan pembelian bahan baku dan barang modal dari luar negeri. Sementara itu, impor barang konsumsi justru mengalami penurunan.
Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai, impor golongan bahan baku/penolong pada Maret 2026 naik 84,31 persen dibanding Februari 2026. Nilainya meningkat dari USD332,13 juta menjadi USD612,14 juta. Kenaikan juga terjadi pada impor barang modal 28,87 persen menjadi USD19,24 juta.
Berbeda dengan dua kelompok tersebut, impor barang konsumsi justru turun 21,05 persen secara bulanan. "Nilainya tercatat hanya USD0,30 juta pada Maret 2026," ungkap Mas’ud.
Baca Juga: Soal KUHAP Baru dan Penyesuaian Pidana, Polda Kaltim Kumpulkan Personel untuk Penyuluhan
Secara tahunan, impor bahan baku/penolong juga masih menunjukkan pertumbuhan tinggi, yakni naik 70,15 persen dibanding Maret 2025. Impor barang modal naik 40,13 persen, sedangkan barang konsumsi turun 43,40 persen.
Mas'ud menambahkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, struktur impor Kaltim masih didominasi bahan baku dan barang penolong. “Impor Kaltim didominasi oleh golongan bahan baku/penolong USD1,56 miliar dengan peranan 96,62 persen,” katanya.
Sementara itu, impor barang modal berkontribusi 3,31 persen terhadap total impor Kaltim pada triwulan pertama 2026. Adapun barang konsumsi hanya menyumbang 0,07 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo