Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rupiah Anjlok ke Rp17.600 per Dolar AS, Ini Dampak Besarnya untuk Masyarakat

Uways Alqadrie • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:58 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi tekanan ke sejumlah sektor yang dekat dengan aktivitas masyarakat.

Salah satu dampak yang paling terasa diperkirakan terjadi pada harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif tiket pesawat.

Pada perdagangan Jumat (15/5), kurs rupiah tercatat menembus level Rp17.600 per dolar AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena sebagian besar transaksi impor energi dan kebutuhan operasional penerbangan masih menggunakan mata uang dolar.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat 15-21 Mei 2026, Cuaca Panas Justru Picu Bencana Hidrometeorologi

Kenaikan biaya impor membuat beban sektor energi semakin berat. Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dalam jumlah besar harus mengeluarkan anggaran lebih tinggi ketika rupiah melemah.

Situasi itu diperparah oleh fluktuasi harga minyak dunia yang ikut mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global.

Ekonom dari Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak menjadi kombinasi yang saling memperbesar dampak terhadap anggaran energi pemerintah.

Menurutnya, tekanan tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal negara apabila kurs rupiah terus melemah dalam waktu panjang. Sebab, kebutuhan impor energi nasional masih cukup tinggi dibanding produksi minyak domestik.

Tak hanya sektor energi, industri penerbangan juga diprediksi terkena dampak langsung.

Baca Juga: Kisah Ashanty Raih Gelar Doktor Unair di Tengah Kesibukan Jadi Artis dan Ibu Rumah Tangga

Sebagian besar biaya operasional maskapai, mulai dari sewa pesawat, perawatan, hingga pembelian avtur, dibayar menggunakan dolar AS. Kondisi ini membuat maskapai harus menanggung biaya lebih mahal saat rupiah tertekan.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengaku masih memantau perkembangan kurs dan dampaknya terhadap subsidi energi. Hingga kini belum ada keputusan terkait penyesuaian harga BBM subsidi.

Sebelumnya, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dipertahankan hingga akhir 2026 meski pasar energi global mengalami gejolak. Namun para pelaku pasar menilai tekanan terhadap rupiah tetap perlu diwaspadai karena bisa memicu kenaikan harga barang dan biaya transportasi dalam beberapa waktu ke depan.

Dampak Pelemahan Rupiah ke Rp17.600 per Dolar AS

Harga BBM Berpotensi Naik

Pelemahan rupiah membuat biaya impor minyak mentah dan BBM menjadi lebih mahal karena transaksi menggunakan dolar AS.

Baca Juga: Libur Panjang Lagi, Berikut Jadwal Tanggal Merah Setelah Kenaikan Yesus 2026

Tiket Pesawat Terancam Lebih Mahal

Maskapai harus menanggung biaya operasional lebih tinggi, mulai dari avtur, sewa pesawat, hingga perawatan armada.

Beban Subsidi Energi Membengkak

Pemerintah perlu menyiapkan anggaran lebih besar untuk menjaga subsidi BBM dan energi tetap stabil.

Harga Barang Impor Ikut Naik

Produk elektronik, gadget, kendaraan, hingga bahan baku industri berpotensi mengalami kenaikan harga.

Industri Tertekan dan Risiko PHK Meningkat

Sektor yang bergantung pada bahan impor bisa menekan produksi dan efisiensi biaya, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Daya Beli Masyarakat Bisa Menurun

Kenaikan harga transportasi dan kebutuhan pokok berpotensi membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar.

Biaya Liburan ke Luar Negeri Lebih Mahal

Kurs dolar yang tinggi membuat biaya hotel, tiket, dan belanja di luar negeri ikut meningkat.

Baca Juga: Naik Harley Tanpa Helm dan SIM, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Malah Kena “Semprit” MK Gerindra

Cicilan Kredit Berpotensi Terdampak

Jika suku bunga naik demi menjaga stabilitas rupiah, bunga kredit dan cicilan masyarakat bisa ikut meningkat.

Harga Pangan dan Distribusi Ikut Terpengaruh

Ongkos logistik dan distribusi yang naik dapat memicu kenaikan harga bahan pangan di pasar.

Investor dan Pelaku Usaha Lebih Berhati-hati

Pelemahan rupiah membuat dunia usaha menunda ekspansi dan lebih fokus menekan pengeluaran operasional.

Editor : Uways Alqadrie
#tiket pesawat naik #nilai tukar rupiah ke dolar #nilai tukar rupiah hari ini #nilai tukar rupiah #kementerian keuangan