Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pariwisata dan Mobilitas Bisnis Mulai Melandai, TPK Hotel Bintang Balikpapan Turun ke 47,31 Persen pada Maret 2026

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 17 Mei 2026 | 20:54 WIB
MENURUN: Okupansi hotel sangat dipengaruhi aktivitas perjalanan bisnis, agenda pemerintahan, hingga mobilitas masyarakat pada periode tertentu.
MENURUN: Okupansi hotel sangat dipengaruhi aktivitas perjalanan bisnis, agenda pemerintahan, hingga mobilitas masyarakat pada periode tertentu.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Setelah sebelumnya sempat berada di tren tinggi pada akhir 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 berada di angka 47,31 persen.

Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan capaian tersebut mengalami penurunan 3,11 poin dibanding Februari 2026 yang mencapai 50,42 persen. Meski demikian, secara tahunan kondisi ini masih lebih baik dibanding Maret 2025 yang hanya berada di level 39,20 persen.

“TPK hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 47,31 persen. Dibanding Februari 2026 memang mengalami penurunan, namun secara year on year masih mengalami peningkatan sebesar 8,11 poin,” kata Marinda.

Data BPS menunjukkan penurunan terjadi hampir di seluruh klasifikasi hotel, terutama hotel bintang lima yang turun paling dalam yakni 7,96 poin dari 54,71 persen menjadi 46,75 persen.

Baca Juga: Perpisahan Azhari Idris di Balikpapan, Tinggalkan Jejak untuk Pengusaha Lokal Migas

Sementara hotel bintang tiga justru menjadi penyumbang tingkat hunian tertinggi dengan capaian 55,27 persen. "Sedangkan hotel bintang 1 dan 2 menjadi kelompok dengan tingkat okupansi terendah yakni 41,14 persen," timpalnya.

Menurut Marinda, dinamika okupansi hotel sangat dipengaruhi aktivitas perjalanan bisnis, agenda pemerintahan, hingga mobilitas masyarakat pada periode tertentu.

Jika dilihat dalam rentang Maret 2025 hingga Maret 2026, puncak okupansi hotel terjadi pada November 2025 yang mencapai 64,69 persen. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi selama satu tahun terakhir.

“Momentum akhir tahun dan aktivitas perjalanan menjadi faktor yang mendorong peningkatan okupansi pada periode tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Kampung Narkoba di Samarinda Digerebek, Polisi Sita Ratusan Paket Sabu dan Uang Tunai

Meski terjadi penurunan pada Maret 2026, sektor perhotelan Balikpapan dinilai masih berada dalam fase stabil. Hal itu terlihat dari posisi TPK yang tetap berada di atas angka Maret tahun sebelumnya.

Pelaku industri hotel pun diperkirakan masih berharap pada aktivitas bisnis migas, pembangunan IKN, serta agenda pertemuan dan konferensi yang selama ini menjadi penopang utama pasar hotel di Balikpapan.

"Kegiatan MICE memang masih jadi penopang kegiatan hotel, tapi dengan adanya penurunan, kita harap hotel pun bisa mengambil market lain agar bisa bertahan," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Hotel Balikpapan 2026 #TPK hotel Balikpapan #tingkat hunian hotel #okupansi hotel Balikpapan #BPS Balikpapan