KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman bahkan surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan masyarakat tahun ini.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama 10 kabupaten/kota, total ketersediaan hewan kurban di Kaltim mencapai sekitar 28.688 ekor. Hal itu dijelaskan Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Fadli Sufiani. Tren kebutuhan hewan kurban di Kaltim terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
“Jadi hasil daripada koordinasi tersebut bahwa ketersediaan itu kurang lebih 28.688 sekian itu adalah yang ketersediaan sedangkan kami memprediksi untuk kebutuhan tahun ini kurang lebih adalah 18.525 ekor. Ini lebih besar daripada tahun sebelumnya kurang lebih 17.000,” katanya.
Baca Juga: Pengangguran Kaltim Turun Jadi 111 Ribu Orang, TPT Menyusut ke 5,27 Persen
Dia menjelaskan, pada 2024 jumlah pemotongan hewan kurban tercatat sekitar 11 ribu ekor. Angka itu meningkat signifikan menjadi sekitar 17 ribu ekor pada 2025. Kenaikan kebutuhan tersebut membuat pemerintah memperkuat persiapan stok agar pelaksanaan Iduladha berjalan lancar.
Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban melalui tim terpadu yang melibatkan DPKH, Persatuan Dokter Hewan, serta dinas peternakan kabupaten/kota.
“Tugas daripada tim tersebut adalah untuk melakukan pengawasan. Biasanya kalau awal itu kami antemortem atau melihat kondisi fisik, kesehatan daripada persyaratan sesuai dengan syariat Islam tidak cacat, sehat, kemudian juga tidak pincang,” ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha Jakarta Laporkan Notaris di Balikpapan, Diduga Gelapkan Rp1,7 Miliar Urus Surat Tanah
Pengawasan juga dilakukan setelah pemotongan melalui pemeriksaan post mortem guna memastikan organ hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Fadli menambahkan, hingga saat ini kondisi kesehatan hewan kurban di Kaltim masih aman dan terpantau terkendali.
“Masih terpantau aman. Karena daerah asal saat ini kita melakukan SOP juga di sana sampai daerah penerima ini kita lakukan juga,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo