KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja impor nonmigas Kalimantan Timur pada Maret 2026 menunjukkan pergerakan beragam antarnegara mitra dagang. Di tengah penurunan total impor nonmigas secara bulanan, sejumlah negara justru mencatat lonjakan signifikan, terutama Singapura.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, total nilai impor nonmigas dari 13 negara utama pada Maret 2026 mencapai USD64,94 juta. Angka tersebut naik tipis 0,85 persen dibanding Februari 2026 yang nilainya USD64,39 juta.
“Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya nilai impor dari beberapa negara utama, seperti Singapura yang naik USD7,82 juta atau 178,13 persen,” ujarnya.
Nilai impor nonmigas dari Singapura tercatat meningkat dari USD4,39 juta pada Februari 2026 menjadi USD12,21 juta pada Maret 2026. Selain Singapura, kenaikan juga terjadi pada impor dari Amerika Serikat dan Filipina.
Baca Juga: Krisis Pemain, Malut Tetap Berambisi Begal Borneo FC untuk Berpesta
Impor dari Amerika Serikat naik 49,48 persen menjadi USD8,55 juta, sedangkan Filipina melonjak sangat tinggi hingga 2.612,50 persen menjadi USD2,17 juta.
Sementara itu, beberapa negara utama lainnya justru mengalami penurunan nilai impor. Malaysia misalnya, turun 33,95 persen menjadi USD11,81 juta. Penurunan juga terjadi pada impor dari kawasan Uni Eropa.
Mas’ud menjelaskan, total impor dari negara-negara Uni Eropa pada Maret 2026 tercatat USD8,57 juta atau turun 54,41 persen dibanding Februari 2026.
Penurunan cukup dalam berasal dari Britania Raya yang merosot 83,63 persen menjadi USD1,29 juta. Impor dari Jerman dan Italia juga mengalami kontraksi masing-masing 26,39 persen dan 33,94 persen.
Baca Juga: Malvin Ardento Resmi Pimpin ICF Kaltim, Siapkan Dana Rp50 Juta dan 3 Event Prestasi
Secara kumulatif selama Januari hingga Maret 2026, Tiongkok masih menjadi negara asal barang terbesar bagi impor nonmigas Kaltim. Nilai mencapai USD48,94 juta dengan kontribusi 23,38 persen terhadap total impor nonmigas daerah.
“Kontribusi terbesar negara asal barang didominasi oleh Tiongkok, diikuti Malaysia dan Amerika Serikat,” kata Masud.
BPS juga mencatat, jika dilihat berdasarkan kawasan, kelompok negara ASEAN menjadi penyumbang terbesar impor nonmigas Kaltim sepanjang triwulan pertama 2026 dengan nilai USD62,84 juta atau berkontribusi 30,02 persen terhadap total impor nonmigas.
Adapun kelompok negara Uni Eropa menyumbang USD37,24 juta dengan peranan 17,79 persen terhadap total impor nonmigas Kaltim pada Januari-Maret 2026. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo