KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Jika sebelumnya pembangunan didominasi sektor infrastruktur dan properti, kini geliat ekonomi mulai merambah industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Momentum itulah yang ditangkap Platinum Hotel Group Indonesia melalui peresmian Platinum Convention Hall Balikpapan.
Direktur Operasional Platinum Hotel Group Indonesia Soegianto menilai percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia membawa efek berantai yang besar terhadap sektor perhotelan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri hiburan dan jasa pendukung lainnya.
“Kehadiran IKN (Ibu Kota Nusantara, Red) membawa efek berantai yang besar terhadap sektor perhotelan, MICE, pariwisata, ekonomi kreatif hingga industri hiburan dan jasa pendukung lainnya,” kata Soegianto.
Baca Juga: Borneo FC Menang 7-1 atas Malut United, Tapi Gagal Juara Liga Super 2026
Menurut dia, kehadiran gedung konvensi berkapasitas 3.000 orang itu bukan sekadar ekspansi bisnis hotel, tetapi bagian dari strategi menangkap perubahan arah ekonomi Kalimantan Timur yang kini mulai bergeser menjadi pusat aktivitas nasional dan internasional.
“Kami percaya kota yang maju membutuhkan ruang-ruang pertemuan yang representatif. Sebab dari ruang-ruang seperti inilah lahir kolaborasi, investasi, inovasi dan peluang bisnis baru,” ujarnya.
Platinum Convention Hall dibangun selama kurang lebih dua tahun di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan efisiensi industri. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, pihak manajemen justru memilih tetap melakukan investasi besar.
“Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian dunia usaha, kami memilih untuk tetap berinvestasi karena kami percaya pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti,” tegas Soegianto.
Baca Juga: Persib Bandung Hattrick Juara Liga Super 2026, Bojan Hodak Ukir Sejarah di GBLA
Ia menyebut fasilitas itu diharapkan menjadi penggerak multiplier effect bagi masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur, mulai dari peningkatan okupansi hotel, pergerakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), transportasi, katering, event organizer hingga industri kreatif lokal.
Tak hanya itu, pembangunan proyek tersebut juga disebut membuka lapangan pekerjaan baru, baik selama proses pembangunan maupun operasional hotel dan convention hall. “Kami juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan hospitality excellence, pengembangan keterampilan digital, serta standar event internasional,” katanya.
Soegianto menilai tren industri event saat ini juga mengalami perubahan. Masyarakat tidak lagi sekadar mencari tempat acara, melainkan pengalaman yang lengkap dan berkelas.
Karena itu, Platinum Convention Hall diposisikan bukan hanya sebagai gedung acara, tetapi venue kebanggaan kota yang siap menyambut agenda-agenda besar nasional hingga kegiatan yang terkait dengan pengembangan IKN.
“Kami ingin menghadirkan venue yang menjadi kebanggaan Kota Balikpapan dan layak menjadi rumah bagi event-event besar nasional,” tuturnya.
Pemerintah Kota Balikpapan pun menyambut positif investasi tersebut. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut pembangunan convention hall berskala besar itu menjadi bukti kepercayaan investor terhadap masa depan Balikpapan sebagai pintu gerbang IKN.
Baca Juga: Teman Ngopi Baru di Aston Samarinda, Mini Burger Homemade hingga Paket Croissant Mulai Rp75 Ribu
“Ini sejarah bagi Kalimantan Timur khususnya Balikpapan. Untuk membuat ballroom sebesar ini tentu modal dan risikonya besar. Tapi pengusaha melihat potensi Balikpapan sebagai pintu gerbang IKN,” tuturnya.
Ia bahkan menilai langkah investasi Platinum dilakukan pada momentum yang tepat sebelum pusat kegiatan besar IKN sepenuhnya berkembang. “Sebelum ballroom di IKN jadi, fasilitas besar sudah hadir di Balikpapan. Artinya uang dan aktivitas tetap bergerak melalui Balikpapan,” ucapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo