Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pegadaian Cetak Laba Rp 4,38 Triliun, Ekspansi Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:43 WIB
IMPRESIF: Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan membeberkan capaian positif perusahaannya di awal tahun ini.
IMPRESIF: Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan membeberkan capaian positif perusahaannya di awal tahun ini.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Pegadaian menunjukkan performa bisnis yang semakin agresif di awal 2026. Perusahaan pembiayaan milik negara itu mencatat lonjakan laba bersih hingga 87,2 persen pada periode 30 April 2026, ditopang pertumbuhan pembiayaan, penguatan ekosistem emas, hingga ekspansi layanan bulion atau Bank Emas.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, laba bersih Pegadaian mencapai Rp 4,38 triliun. Angka tersebut melonjak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,34 triliun. Kinerja impresif itu berjalan seiring peningkatan total aset perusahaan yang kini menembus Rp 183,8 triliun atau tumbuh 56 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 117,8 triliun.

"Pertumbuhan bisnis Pegadaian juga tercermin dari outstanding loan (OSL) gross yang mencapai Rp 153,6 triliun. Nilai itu meningkat 58,8 persen dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 96,7 triliun," ungkap Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Pekerja Formal di Kaltim Meningkat, Buruh dan Pegawai Masih Dominasi

Di tengah ekspansi pembiayaan yang cukup tinggi, kualitas kredit perusahaan justru semakin sehat. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun signifikan dari 0,82 persen menjadi 0,51 persen. Penurunan rasio ini menunjukkan pengelolaan risiko dan portofolio pembiayaan perusahaan berjalan lebih pruden.

Tak hanya itu, rasio profitabilitas Pegadaian juga terus membaik. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,49 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 29,72 persen. Sementara dari sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) hingga berada di level 59,71 persen, menjadi salah satu capaian efisiensi terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Damar mengatakan capaian tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan yang kini memasuki usia 125 tahun. “Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan dari masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama,” ujar Damar.

Baca Juga: Brimob Polda Kaltim Sisir Balikpapan Utara hingga Dini Hari, Antisipasi Begal dan Kriminal Jalanan

Menurutnya, transformasi bisnis akan terus diperkuat melalui penggabungan layanan digital dan kebutuhan riil masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan layanan bulion serta penguatan aplikasi digital Tring! yang diharapkan mampu memperluas akses investasi emas bagi berbagai kalangan.

“Hadirnya layanan Bulion dan kemudahan digital melalui aplikasi Tring! diharapkan menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi untuk berinvestasi aman bersama Pegadaian,” katanya.

Pegadaian sendiri kini resmi menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional kegiatan usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Legalitas tersebut tertuang melalui Surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Melalui izin tersebut, Pegadaian menghadirkan berbagai layanan bulion terintegrasi mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga perdagangan emas.

Perusahaan dinilai memiliki infrastruktur paling siap untuk mengembangkan bisnis Bank Emas karena didukung jaringan penyimpanan emas berstandar internasional terbesar di Indonesia. Selain itu, sekitar 90 persen agunan gadai Pegadaian juga berupa emas.

Damar optimistis bisnis bulion akan menjadi salah satu penggerak baru ekonomi nasional, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai aset safe haven. “Emas terbukti menjadi instrumen investasi yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bulion terintegrasi, kami optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional sekaligus mewujudkan misi MengEMASkan Indonesia,” tuturnya.

Optimisme serupa juga disampaikan Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis. Ia menilai capaian perusahaan pada awal tahun ini menjadi dorongan besar bagi seluruh insan Pegadaian untuk terus memperluas layanan dan edukasi investasi emas kepada masyarakat di Kalimantan.

Baca Juga: 673 Calon Bintara Polri di Kaltim Jalani Tes Akademik, Nilai Langsung Keluar Usai Ujian

“Transformasi digital, penguatan ekosistem emas, serta hadirnya layanan Bulion menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan investasi yang aman dan terpercaya,” ujar Rinaldi.

Menurutnya, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan akan terus memperkuat kualitas layanan sekaligus memperluas literasi investasi emas di masyarakat. Optimalisasi aplikasi Tring! juga menjadi fokus perusahaan agar akses layanan keuangan dan investasi semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah Kalimantan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Pegadaian 2026 #laba Pegadaian #layanan bulion #investasi emas #Bank Emas Pegadaian