KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pada Maret 2026, Nigeria dan Brasil muncul sebagai dua negara pemasok terbesar yang menguasai lebih dari separuh total impor yang masuk melalui pelabuhan Balikpapan.
Bahkan, nilai impor dari Nigeria mencapai 162,96 juta dolar atau berkontribusi 28,01 persen terhadap total impor Balikpapan. Sementara Brasil berada di posisi kedua dengan nilai impor sebesar 142,07 juta dolar atau 24,42 persen dari total impor.
Adapun Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan lonjakan impor dari kedua negara tersebut menjadi faktor utama meningkatnya total impor selama Maret.
“Secara bulanan, impor dari Brasil mencatat peningkatan terbesar, yakni sebesar 141,87 juta dolar, diikuti Nigeria yang meningkat sebesar 104,09 juta dolar,” sebutnya.
Baca Juga: Impor Minyak Mentah Melonjak 182,99 Persen, Balikpapan Catat Kenaikan Impor Tertinggi Tahun Ini
Khusus Brasil, pertumbuhan impor tercatat sangat tinggi karena pada Februari nilai impor dari negara tersebut hanya sebesar 0,20 juta dolar. Selain Nigeria dan Brasil, Singapura menjadi pemasok terbesar ketiga dengan nilai impor 69,46 juta dolar atau 11,94 persen dari total impor.
"Negara lain yang masih berkontribusi terhadap impor Balikpapan antara lain Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Jerman dan Tiongkok," katanya.
Sebaliknya, beberapa negara mengalami penurunan nilai impor. Malaysia turun sebesar 26,92 juta dolar, Amerika Serikat turun 22,96 juta dolar, dan Uni Emirat Arab turun 22,82 juta dolar.
Menurut Marinda, perubahan komposisi negara pemasok menunjukkan adanya penyesuaian kebutuhan impor terutama pada sektor energi dan bahan baku industri. Dengan dominasi Nigeria dan Brasil, kedua negara kini menjadi aktor penting dalam rantai pasok perdagangan internasional yang masuk ke Balikpapan.
Baca Juga: Defisit Neraca Perdagangan Balikpapan Membengkak, Impor Migas Menekan Kinerja Maret 2026
“Perkembangan impor dipengaruhi oleh perubahan impor dari beberapa negara asal utama yang menjadi mitra dagang Balikpapan,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo