Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Puncak El Nino Agustus-September, Bagaimana Nasib Stok Pangan di Balikpapan? Ini Langkah Pemerintah

Dina Angelina • Minggu, 31 Mei 2026 | 17:58 WIB
CUACA: Suasana terik matahari yang menyengat di pusat Kota Balikpapan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman El Nino. ANGGI PRADITHA/KP
CUACA: Suasana terik matahari yang menyengat di pusat Kota Balikpapan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman El Nino. ANGGI PRADITHA/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Puncak fenomena El Nino diprediksi akan melanda Balikpapan pada Agustus hingga September mendatang. Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat demi mencegah dampak buruk dari kemarau.

Upaya pemerintah daerah bersiap menghadapi kemarau yang berpotensi lebih panjang, cuaca panas ekstrem, dan kekeringan. Terutama dari sisi ketahanan pangan untuk melewati kondisi tersebut.

“Kami sudah menerbitkan surat edaran kepada petani, pembudidaya ikan, nelayan untuk mengantisipasi dampak El Nino,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan Sri Wahjuningsih.

Salah satunya menyiapkan cadangan-cadangan air memanfaatkan penampungan air seperti embung. Persiapan ini sudah harus dilakukan mulai dari sekarang. Mengingat hujan masih turun beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Kredit Rumah Tangga Kaltim Masih Tumbuh, Kredit Multiguna Jadi Penopang

Kemudian meminta petani dalam beraktivitas untuk menggunakan teknologi yang ringan air. “Misalnya ada metode irigasi tetes supaya lebih hemat air. Jadi tidak seperti biasa,” tuturnya.

Selanjutnya antisipasi juga bisa dilakukan dari varietas tanaman. Pihaknya mengarahkan petani untuk menggunakan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kekeringan.

Termasuk mengingatkan nelayan dan kelompok lainnya yang bakal terdampak El Nino. “Kami bulan lalu sudah menggelar pertemuan di Balai Kota yang turut dihadiri oleh BMKG,” sebutnya. 

Sementara untuk stok pangan, DKP3 memantau dari kondisi neraca pangan yang memuat data 22 jenis bahan pangan. Mulai dari beras, minyak, bawang putih, bawang merah, dan bahan pokok penting lainnya.

Baca Juga: KPC Benarkan Memo Kecelakaan Kerja Fatal yang Viral, Investigasi Masih Berjalan

“Biasanya dari neraca pangan akan terlihat stok bertahan sampai sekian hari,” imbuhnya. DKP3 juga komunikasi dengan Dinas Perdagangan yang aktif kontak bersama distributor.

Apabila terjadi kenaikan harga barang yang tidak wajar, satgas saber pelanggaran harga pangan, keamanan pangan, dan mutu pangan turun langsung ke lapangan. Ini kolaborasi dengan tim Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan.

“Kalau sudah satgas saber turun, Alhamdulillah harga bisa kembali terjaga,” ucapnya. Meski memang di Balikpapan terkenal memiliki biaya hidup lebih tinggi. Kriteria konsumen yang terpenting stok tersedia.

Dia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. “Semua yang terlibat dalam satgas akan turun melakukan pemeriksaan sebagai upaya untuk membantu masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#El Nino Balikpapan #stok pangan Balikpapan #kemarau panjang #ketahanan pangan #DKP3 Balikpapan