Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sektor Nonmigas Selamatkan Neraca Perdagangan Balikpapan, Surplus Capai 278,52 Juta Dolar

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:48 WIB
TUMPUAN: Surplus nonmigas memberikan kontribusi positif terhadap perdagangan luar negeri Balikpapan dan menjadi penopang di tengah dinamika sektor migas.
TUMPUAN: Surplus nonmigas memberikan kontribusi positif terhadap perdagangan luar negeri Balikpapan dan menjadi penopang di tengah dinamika sektor migas.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ketika sektor migas mengalami tekanan hebat akibat lonjakan impor dan melemahnya ekspor, sektor nonmigas justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada Maret 2026, sektor ini mencatat surplus perdagangan sebesar 278,52 juta dolar.

Capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju defisit perdagangan Balikpapan agar tidak lebih dalam, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan sektor nonmigas masih menjadi fondasi utama perdagangan luar negeri Kota Minyak.

“Pada Maret 2026 sektor nonmigas tetap mencatat surplus perdagangan sebesar 278,52 juta dolar," kata Marinda.

Nilai ekspor nonmigas mencapai 338,06 juta dolar, jauh lebih tinggi dibanding impor nonmigas yang hanya sebesar 59,54 juta dolar. Komoditas nonmigas terbesar berasal dari hasil pertambangan dengan nilai ekspor 176,07 juta dolar dan industri pengolahan sebesar 161,84 juta dolar.

Baca Juga: Ekspor Balikpapan Anjlok 28,40 Persen, Permintaan dari Tiongkok Melemah

Kedua sektor tersebut secara bersama-sama menyumbang lebih dari 99 persen total ekspor nonmigas Balikpapan.

Meski secara tahunan ekspor nonmigas turun 30,49 persen dibanding Maret 2025, sektor ini masih menunjukkan daya saing yang relatif lebih baik dibanding sektor migas.

Sebaliknya, sektor migas mengalami defisit perdagangan mencapai 476,37 juta dolar akibat nilai impor yang mencapai 522,30 juta dolar sementara ekspornya hanya 45,93 juta dolar.

Menurut Marinda, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya diversifikasi ekonomi agar perdagangan Balikpapan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi sektor energi.

Baca Juga: Sektor Energi Disebut Paling Tangguh Hadapi Pelemahan Rupiah

Ke depan, penguatan industri pengolahan, hilirisasi sumber daya alam, dan perluasan pasar ekspor nonmigas dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas perdagangan Balikpapan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Surplus nonmigas memberikan kontribusi positif terhadap perdagangan luar negeri Balikpapan dan menjadi penopang di tengah dinamika sektor migas,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#neraca perdagangan Balikpapan #surplus nonmigas Balikpapan #perdagangan luar negeri #ekspor nonmigas #BPS Balikpapan