KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perbaikan kinerja kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur mulai terlihat di sejumlah daerah pada triwulan IV 2025. Meski secara provinsi masih mengalami kontraksi, sejumlah kabupaten dan kota berhasil mencatat pertumbuhan positif.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Kaltim, Jajang Hermawan, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi terjadi di Berau yakni 6,50 persen (year-on-year/yoy) dengan nilai penyaluran mencapai Rp2,97 triliun.
Posisi berikutnya ditempati Bontang yang tumbuh 4,43 persen (yoy) dengan nominal kredit UMKM Rp1,34 triliun. Sementara itu, Samarinda masih mencatat pertumbuhan positif 1,53 persen (yoy) dengan total kredit UMKM mencapai Rp8,13 triliun.
Di sisi lain, Mahakam Ulu masih menjadi daerah dengan pertumbuhan terendah, yakni terkontraksi 13,96 persen (yoy) dengan nominal kredit Rp261,01 miliar. Meski demikian, kinerjanya membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 20,68 persen.
Baca Juga: SPMB Balikpapan 2026 SD dan SMP Dimulai Juni, Catat Jadwal Ambil Antrean dan Verval!
Dari sisi kualitas kredit, risiko pembiayaan UMKM di kabupaten dan kota di Kaltim relatif terjaga. "Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terendah tercatat di Mahakam Ulu sebesar 0,03 persen, sedangkan yang tertinggi berada di Paser sebesar 5,00 persen," beber Jajang.
Dia menjelaskan, secara umum risiko kredit UMKM di berbagai daerah mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas pembiayaan UMKM masih cukup baik di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Penyaluran kredit UMKM Kaltim juga masih terkonsentrasi di dua kota utama, yakni Balikpapan dan Samarinda. "Hingga triwulan IV 2025, kredit UMKM di Balikpapan tercatat Rp8,06 triliun dan Samarinda Rp8,13 triliun," sebutnya.
Jika digabungkan, nilai kredit UMKM kedua daerah tersebut mencapai sekitar Rp16,19 triliun atau 49,50 persen dari total kredit UMKM Kaltim yang senilai Rp32,71 triliun.
Baca Juga: Begadang Demi Air Bersih hingga Bertaruh Nyawa di Jalan Gelap, ini Respon Pemerintah PPU
“Besarnya pangsa penyaluran kredit pada kedua kota tersebut tidak terlepas dari kondisi bahwa kedua kota merupakan pusat kegiatan ekonomi di Kaltim yang memiliki jumlah UMKM bankable yang cenderung lebih banyak,” tutup Jajang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo