Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Kaltim Tembus 3,04 Persen, Emas Perhiasan hingga Beras Jadi Pemicu

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:28 WIB
PENYUMBANG: Beras turut dominan memberikan andil inflasi pada Mei 2026. (ANGGI/KP)
PENYUMBANG: Beras turut dominan memberikan andil inflasi pada Mei 2026. (FOTO ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga sejumlah komoditas masih membayangi perekonomian Kalimantan Timur. Pada Mei 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) 3,04 persen. Dikatakan Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, inflasi tersebut ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,32 pada Mei 2025 menjadi 111,61 pada Mei 2026.

Mas’ud menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,23 persen, transportasi 4,50 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya mencapai 11,09 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,26 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,76 persen, disusul transportasi 0,59 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada Mei 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, beras, sigaret kretek mesin (SKM), ikan layang, cabai rawit, tomat, minyak goreng, semangka, dan sewa rumah,” bebernya.

Selain itu, bawang merah, ikan tongkol, solar, pasta gigi, pelumas mesin, nasi dengan lauk, biaya perguruan tinggi, sekolah dasar, serta jasa pemeliharaan dan servis juga turut mendorong kenaikan inflasi tahunan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi. “Komoditas yang memberikan andil deflasi yoy antara lain tas sekolah, baju muslim pria, dan baju muslim wanita,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Mas’ud Rifai #Inflasi Kaltim Mei 2026 #BPS KALTIM