Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wisatawan Makin Betah di Balikpapan, Lama Menginap Naik Jadi 1,76 Hari

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:14 WIB
AKOMODASI: Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Balikpapan pada April 2026 mencapai 1,76 hari.
AKOMODASI: Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Balikpapan pada April 2026 mencapai 1,76 hari.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Industri perhotelan dan pariwisata Kota Balikpapan menunjukkan tren positif pada April 2026. Meski tingkat hunian kamar hotel berbintang belum sepenuhnya kembali ke level tertinggi akhir 2025, terdapat indikator yang justru menunjukkan penguatan, yakni meningkatnya rata-rata lama menginap tamu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada April 2026 tercatat mencapai 1,76 hari. Angka ini naik dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 1,60 hari, sekaligus meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 1,57 hari.

Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menyebut peningkatan lama tinggal wisatawan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur dampak ekonomi sektor pariwisata di daerah.

Baca Juga: Tak Pernah Nikmati Solar Subsidi, Nelayan Jenebora PPU Terpaksa Beli Eceran Rp 16 Ribu per Liter

“Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang pada April 2026 meningkat menjadi 1,76 hari. Ini menunjukkan tamu yang datang ke Balikpapan cenderung menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Menurut dia, semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah, maka semakin besar pula dampak ekonominya. Belanja wisatawan tidak hanya terjadi di sektor akomodasi, tetapi juga merambah ke restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga hiburan.

Dari sisi asal tamu, wisatawan nusantara tercatat mengalami peningkatan lama menginap menjadi 1,75 hari pada April 2026, naik dari 1,59 hari pada bulan sebelumnya. Sementara tamu asing juga menunjukkan kenaikan menjadi 2,42 hari dari 2,23 hari pada Maret 2026.

Namun jika dibandingkan dengan April 2025, lama tinggal wisatawan asing masih mengalami penurunan, yakni dari 3,76 hari menjadi 2,42 hari. Berbeda dengan wisatawan domestik yang justru menunjukkan tren penguatan dari 1,55 hari menjadi 1,75 hari.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Kaltim Akhir Mei Turun, Disbun Kaltim Desak Kelompok Tani Gandeng Pabrik Minyak Resmi

“Kondisi ini memperlihatkan pasar domestik masih menjadi penopang utama industri perhotelan Balikpapan. Kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia tetap menjadi sumber permintaan yang stabil bagi hotel berbintang,” jelas Marinda.

Ia menambahkan, peningkatan lama tinggal wisatawan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha pariwisata dan perhotelan. Ketika wisatawan tidak hanya datang untuk singgah singkat, potensi konsumsi di berbagai sektor ikut meningkat.

“Bagi Balikpapan yang tengah berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, tren ini menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi sektor jasa terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#lama menginap hotel #wisata balikpapan #Hotel Balikpapan #Pariwisata Balikpapan #okupansi hotel Balikpapan