Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terlemah Dalam Sejarah! Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Al Jazeera hingga Asia Times Ikut Menyorot

Uways Alqadrie • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:16 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada Kamis (4/6) menarik perhatian sejumlah media internasional.

Kondisi tersebut bahkan disebut sebagai titik terlemah mata uang Indonesia sepanjang sejarah.

Media asal Qatar, Al Jazeera, menilai anjloknya rupiah berkaitan erat dengan gejolak geopolitik global, terutama dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Harta Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Punya Kas Rp31 Miliar, Surat Berharga Rp8,6 Miliar hingga Mercedes G63

Lonjakan harga energi dunia dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan perekonomian negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Dalam laporannya, Al Jazeera menyebut kenaikan biaya energi telah memperburuk neraca perdagangan dan memicu arus keluar modal, yang pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah.

Sorotan serupa datang dari media Hong Kong, Asia Times. Dalam ulasannya, media tersebut menilai pelemahan rupiah bukan sekadar dampak penguatan dolar AS, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.

Asia Times menyoroti respons Bank Indonesia yang dianggap kurang cepat dalam menghadapi tekanan pasar.

Menurut mereka, langkah stabilisasi melalui instrumen non-suku bunga belum mampu menghentikan laju pelemahan rupiah yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Media tersebut juga menilai situasi saat ini dipengaruhi oleh kombinasi ketidakpastian pasar, keluarnya modal asing, serta tingginya kebutuhan dolar AS di pasar domestik.

Sementara itu, media Singapura The Straits Times melaporkan bahwa pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penurunan kinerja pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Daftar Larangan Prabowo untuk Dapur MBG, dari Telur Dadar hingga Ayam Dipotong 14 Bagian

Kondisi itu dinilai mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak harga minyak dunia yang masih tinggi terhadap kondisi fiskal nasional.

Selain faktor eksternal, The Straits Times juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sektor komoditas.

Rencana pemerintah untuk memperkuat kontrol terhadap ekspor sejumlah komoditas strategis disebut turut memengaruhi sentimen pasar dan meningkatkan kehati-hatian investor.

Pelemahan rupiah ke level psikologis Rp18.000 per dolar AS kini menjadi perhatian pelaku pasar global, mengingat Indonesia merupakan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki peran penting dalam stabilitas kawasan.

 

Editor : Uways Alqadrie
#nilai tukar rupiah ke dolar #bank indonesia (bi) #nilai tukar rupiah hari ini #Purbaya Yudhi Sadewa #Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI