Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sentimen Global Mengintai, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Domestik Tetap Solid

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:57 WIB
KAWAL: OJK terus memperkuat pemantauan sektor jasa keuangan nasional guna meredam dampak volatilitas pasar keuangan global akibat sentimen higher for longer.
KAWAL: OJK terus memperkuat pemantauan sektor jasa keuangan nasional guna meredam dampak volatilitas pasar keuangan global akibat sentimen higher for longer.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda terus memicu efek domino terhadap perekonomian global. Tingginya harga energi dunia memicu lonjakan inflasi, yang kemudian memperkuat ekspektasi suku bunga global bakal bertahan tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer).

Kondisi tersebut tak pelak memicu kenaikan yield obligasi pemerintah di berbagai negara dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Meski dihantam sentimen global yang pekat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri keuangan di dalam negeri masih berada dalam koridor yang aman. Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara), Misran Pasaribu mengungkapkan, berdasarkan Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Mei 2016, stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional dinilai tetap terjaga dengan baik.

"Di tengah peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan, perekonomian global sebenarnya masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur global pun masih berada di zona ekspansi, meskipun memang dengan laju yang termoderasi," ujar Misran, Jumat (5/6).

Baca Juga: Impor Kaltim Melesat USD78,56 Juta, Pasokan dari Vietnam Naik Ribuan Persen

Di dalam negeri, geliat aktivitas ekonomi menunjukkan performa yang bervariasi namun tetap positif. Sektor manufaktur di Indonesia kembali mencatatkan kinerja ekspansif pada periode Mei 2026. Dari sisi permintaan masyarakat, aktivitas ekonomi relatif terjaga. Walaupun inflasi merangkak naik pada Mei 2026 akibat tekanan harga energi global, angkanya dipastikan masih berada di level yang terkendali. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia juga konsisten menorehkan rapor surplus, meski nilainya menurun dari periode sebelumnya.

Menurut Misran, kondisi dalam negeri yang kondusif tersebut menjadi bantalan kuat bagi industri keuangan. Efeknya, interaksi dan fungsi keperantaraan di sektor keuangan tetap berjalan sesuai jalurnya. "Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja sektor jasa keuangan tetap solid. Intermediasi keuangan tumbuh positif dengan solvabilitas yang terjaga pada level tinggi," tegas Misran.

Ketahanan itu sekaligus menjadi sinyal positif bahwa pasar domestik memiliki daya pikat dan fondasi yang kuat untuk meredam ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta derasnya aliran modal yang keluar dari negara berkembang. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Ekonomi Kaltim #otoritas jasa keuangan (ojk) #OJK Kaltim Kaltara #kaltim #ekonomi global