Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pendapatan Stabil, Tapi Laba SBMA Malah Turun! Ini Penyebabnya

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:43 WIB
STRATEGI: Manajemen PT Surya Biru Murni Acetylene menyampaikan rencana diversifikasi usaha di luar bisnis inti gas industri dalam Public Expose 2026, baru-baru ini.
STRATEGI: Manajemen PT Surya Biru Murni Acetylene menyampaikan rencana diversifikasi usaha di luar bisnis inti gas industri dalam Public Expose 2026, baru-baru ini.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) berhasil menjaga stabilitas pendapatan pada kuartal pertama 2026, meski laba bersih mengalami penurunan akibat sejumlah faktor non-operasional yang bersifat sementara.

“Stabilnya pendapatan Perseroan ditopang oleh aktivitas pelanggan existing yang masih berjalan cukup baik, khususnya pada sektor industri, energi, konstruksi, dan pelanggan strategis Perseroan di wilayah operasional Kalimantan,” kata Wakil Direktur Utama SBMA Welly Sumanteri.

Dan, hingga 31 Maret 2026 perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 31,41 miliar. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,48 miliar.

Meski pendapatan terjaga, laba bersih pada kuartal pertama tercatat sebesar Rp 241 juta. Menurut Welly, penurunan laba lebih banyak dipengaruhi faktor timing pengakuan pendapatan dan peningkatan sejumlah biaya operasional strategis yang telah dibebankan pada periode berjalan.

Baca Juga: SBMA Genjot Diversifikasi Usaha, Bidik Sektor Material Konstruksi hingga Limbah B3

Salah satu faktor yang memengaruhi laba adalah adanya outstanding invoice senilai sekitar Rp 1,8 miliar pada salah satu proyek strategis yang secara operasional telah selesai dikerjakan namun belum dapat diakui sebagai pendapatan karena masih dalam proses administrasi penagihan.

“Dengan demikian terdapat perbedaan timing antara pengakuan biaya dan pengakuan pendapatan pada periode berjalan,” tuturnya.

Selain itu, perusahaan juga mencatat kenaikan beban gaji dan upah akibat pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang pada tahun ini diakui pada kuartal pertama, berbeda dengan tahun sebelumnya yang tercatat pada kuartal kedua.

Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan sejumlah program pemasaran dan penguatan hubungan pelanggan guna meningkatkan customer engagement dan customer retention.

Baca Juga: SBMA Ekspansi Bisnis ke Material Konstruksi, Bidik Peluang Besar di Kalimantan

Biaya program tersebut telah dibukukan pada periode berjalan dan menjadi bagian dari strategi perusahaan menjaga keberlanjutan pendapatan.

Manajemen menilai tekanan terhadap laba bersih masih bersifat sementara karena proyek-proyek yang telah berjalan tetap menunjukkan prospek pendapatan yang baik.

“Memasuki sisa tahun 2026, Perseroan memandang bahwa kinerja ke depan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi antara realisasi aktivitas operasional, kesinambungan proyek berjalan, serta siklus penagihan atas proyek-proyek yang telah dikerjakan pada periode sebelumnya,” ujar Welly. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kinerja keuangan SBMA 2026 #pendapatan SBMA kuartal I 2026 #laba bersih SBMA turun #laporan keuangan SBMA #industri gas Kalimantan