Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tekanan Ekonomi Ancam Industri Pariwisata Balikpapan, Pelaku Usaha Waspadai PHK, Hotel dan Biro Perjalanan Mulai Tertekan

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:36 WIB
Pantai Kilang Mandiri Balikpapan
Pantai Kilang Mandiri Balikpapan

KALTIMPOST.ID-Tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku usaha pariwisata mulai memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan lapangan kerja di sektor tersebut.

Jika kondisi berlangsung dalam jangka panjang, gelombang efisiensi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dikhawatirkan tidak dapat dihindari.

Owner Trans Borneo Adventure Tours & Travel Joko Purwanto mengatakan, industri pariwisata saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup berat. Biaya operasional meningkat sementara kemampuan perusahaan untuk menaikkan harga sangat terbatas.

“Kalau kondisi ini terus berlarut-larut, saya yakin akan terjadi PHK. Tidak hanya di transportasi wisata, tetapi juga di hotel dan biro perjalanan,” kata Joko.

Menurutnya, banyak perusahaan kini mulai melakukan langkah-langkah penghematan untuk menjaga kelangsungan usaha. Beberapa operator transportasi mengurangi aktivitas armada, sementara pelaku usaha lain menahan investasi baru.

“Pengusaha sekarang fokus bertahan. Banyak yang menahan pengeluaran dan mengurangi aktivitas usaha agar tidak mengalami kerugian lebih besar,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa industri pariwisata memiliki efek berantai yang sangat luas terhadap perekonomian daerah. Ketika jumlah wisatawan menurun atau biaya operasional meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan besar tetapi juga pelaku UMKM.

“Di belakang industri wisata ada banyak usaha kecil yang hidup dari sektor ini. Ada sopir, pemandu wisata, restoran, pedagang suvenir dan lain-lain,” ujarnya.

Karena itu, Joko berharap pemerintah bisa mengambil langkah yang lebih proaktif untuk menjaga keberlangsungan industri tersebut. “Kalau perlu ada stimulus atau subsidi tertentu dari pemerintah agar dunia usaha bisa bertahan. Jangan sampai kebijakan yang ada justru membuat sektor pariwisata semakin tertekan,” ucap Joko.

Ia menegaskan bahwa pemulihan sektor pariwisata masih membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten mengingat industri tersebut baru beberapa tahun keluar dari dampak pandemi.

“Kami baru mulai bangkit setelah pandemi. Jangan sampai sekarang justru kembali terpuruk karena tekanan ekonomi dan kebijakan yang kurang berpihak kepada dunia usaha,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #pantai manggar #Kutai Barat #kilang balikpapan