KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas pengangkutan barang melalui jalur laut di Kalimantan Timur mengalami perlambatan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat volume barang yang diangkut mencapai 9.768,87 ribu ton atau turun 13,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan terutama dipengaruhi berkurangnya aktivitas pengiriman di sejumlah pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Santan menjadi yang mengalami kontraksi terdalam dengan penurunan 64,04 persen.
Selain itu, volume barang di Pelabuhan Kuala Samboja turun 34,28 persen, Tanjung Redeb turun 26,04 persen, dan Sangkulirang berkurang 19,34 persen. Meski demikian, beberapa pelabuhan justru mencatat peningkatan aktivitas.
Baca Juga: Menjaga Perut Rakyat, Menjaga Balikpapan
"Kenaikan tertinggi terjadi di Pelabuhan Kariangau yang melonjak 83,19 persen. Disusul Pelabuhan Bontang sebesar 40,63 persen, Samarinda 40,37 persen, Semayang 29,20 persen, Sangatta 18,89 persen, dan Tanah Grogot 3,92 persen," papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Pada April 2026, arus barang laut domestik masih didominasi Pelabuhan Sangkulirang dengan volume 1.978,79 ribu ton atau berkontribusi 20,26 persen terhadap total angkutan barang laut di Kaltim.
Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Tanah Grogot sebesar 1.931,13 ribu ton, Kuala Samboja 1.790,62 ribu ton, Sangatta 1.510,07 ribu ton, dan Tanjung Redeb 1.369,64 ribu ton.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak
Secara kumulatif, kinerja angkutan barang laut sepanjang Januari hingga April 2026 masih menunjukkan tren positif. Total volume barang yang diangkut mencapai 38.094,17 ribu ton atau meningkat 13,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Mas’ud, pertumbuhan selama empat bulan pertama tahun ini didorong oleh peningkatan volume di sejumlah pelabuhan, terutama Tanah Grogot yang naik 60,45 persen dan Sangkulirang sebesar 54,92 persen.
Selain itu, Tanjung Santan, Samarinda, Bontang, dan Semayang juga mencatat pertumbuhan. Sementara itu, penurunan kumulatif masih terjadi di Kariangau, Sangatta, Kuala Samboja, dan Tanjung Redeb. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo