BALIKPAPAN – Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Timur hingga Juni 2026 mencapai Rp1,92 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 24.401 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar di Kaltim.
“Angka penyaluran KUR di Kukar mencapai sekitar Rp408 miliar dengan 5.835 debitur hingga Juni 2026,” ujarnya di BSCC Dome, Rabu (17/6).
Posisi kedua ditempati Kota Samarinda dengan nilai penyaluran Rp361 miliar kepada 4.531 debitur. Sementara Kabupaten Paser berada di urutan ketiga dengan realisasi Rp270 miliar yang diterima 3.180 debitur.
Menurut Riza, capaian tersebut menunjukkan masih terbuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas KUR pada semester II tahun ini.
“Secara proporsional masih ada porsi yang cukup besar yang bisa dimanfaatkan pada semester II tahun 2026,” katanya.
Secara nasional, Kementerian UMKM mencatat penyaluran KUR hingga Juni 2026 telah mencapai Rp133,9 triliun dengan jumlah penerima sekitar 2,1 juta UMKM.
Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 persen diarahkan ke sektor produksi dengan target 1,3 juta debitur baru.
Riza berharap program KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Kalimantan Timur sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha dan mempercepat proses naik kelas pelaku usaha.
Ia juga optimistis pelaksanaan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 dapat menjadi momentum penguatan sektor UMKM di daerah.
“Semoga dari gelaran Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh UMKM unggul,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan