Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sensus Ekonomi 2026 Petakan Klaster Usaha, dari Pertanian hingga Perdagangan

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:55 WIB
KOMPREHENSIF: SE2026 berlangsung hingga 31 Agustus. Pendataan diharapkan mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan komprehensif.
KOMPREHENSIF: SE2026 berlangsung hingga 31 Agustus. Pendataan diharapkan mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan komprehensif.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE2026) di Kalimantan Timur dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibanding sekadar pendataan usaha. Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan metode door to door untuk memetakan aktivitas ekonomi secara lebih rinci hingga tingkat bangunan.

Dijelaskan BPS Kaltim Mas’ud Rifai, pelaksanaan sensus diawali dengan pendataan kelompok usaha besar melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan pengisian kuesioner. “Di bulan Mei itu kami fokus melakukan pendataan di usaha-usaha besar. Jadi bertahap,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan kelompok-kelompok usaha agar proses pengisian data berjalan lebih efektif. “Kami berkoordinasi dengan kelompok-kelompok usaha. Nanti mereka dikumpulkan, kemudian dari kami ada yang memberikan penjelasan terkait kegiatan sensusnya, kemudian tata cara mengisi kuisionernya,” katanya.

Setelah tahapan tersebut, BPS melanjutkan pendataan lapangan secara langsung ke masyarakat yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Metode yang digunakan berbasis bangunan. Artinya, setiap bangunan akan didatangi petugas untuk memastikan keberadaan penduduk maupun aktivitas usaha yang ada di dalamnya.

Dia menuturkan, pendekatan tersebut memungkinkan BPS memperoleh gambaran lebih detail mengenai persebaran aktivitas ekonomi di setiap wilayah. “Dengan mengetahui struktur yang lebih detail terkait usaha-usaha yang ada, kita kan bisa lebih akurat untuk mau yang dikembangkan itu yang mana,” ujarnya.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru hingga potensi klaster usaha di daerah. “Usaha pertanian terpusat di mana, misal yang padi di mana, itu bisa kelihatan,” katanya, Kamis (18/6).

Untuk menjaga kualitas data, seluruh petugas sensus mendapatkan pelatihan sebelum turun ke lapangan. Bahkan pada tahap awal, petugas baru akan didampingi supervisor agar proses pendataan berjalan sesuai standar.

Dia menambahkan, pendampingan tersebut penting untuk memastikan petugas memahami konsep, definisi, dan teknik wawancara yang digunakan dalam sensus. Dengan demikian, data yang dihasilkan diharapkan mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan komprehensif. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Mas'ud Rifai #Sensus Ekonomi 2026 #BPS KALTIM