KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kenaikan luas panen padi Kalimantan Timur sepanjang 2025 tidak terjadi merata di seluruh daerah. Sejumlah kabupaten menjadi penggerak utama pertumbuhan, terutama Paser dan Kutai Barat yang mencatat peningkatan paling signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, luas panen padi sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 66,52 ribu hektare. Angka tersebut naik 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya 63,04 ribu hektare.
“Berdasarkan hasil Survei KSA, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 66,51 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sebesar 3,47 ribu hektare (5,51 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 63,04 ribu hektare,” kata Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Paser menjadi penyumbang kenaikan terbesar secara absolut. Luas panennya meningkat dari 11.342,28 hektare pada 2024 menjadi 14.599,13 hektare pada 2025, atau bertambah 3.256,85 hektare.
Sementara itu, Kutai Barat mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase. Luas panen daerah tersebut melonjak dari 449,25 hektare menjadi 1.727,10 hektare, atau tumbuh hingga 284,44 persen dalam setahun.
Kenaikan juga terjadi di Samarinda yang bertambah 582,39 hektare menjadi 2.769,07 hektare serta Kutai Timur yang naik 408,44 hektare menjadi 4.198,45 hektare. Adapun Kutai Kartanegara sebagai sentra padi terbesar di Kaltim tetap mencatat peningkatan, meski relatif tipis, yakni 0,98 persen menjadi 26.287,18 hektare.
Baca Juga: Tiga Santriwati di Samarinda Laporkan Pimpinan Ponpes Atas Dugaan Kasus Rudapaksa
Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan luas panen. Berau mencatat kontraksi terdalam setelah luas panennya turun 45,19 persen dari 5.674,14 hektare menjadi 3.110,25 hektare. Mahakam Ulu juga mengalami penurunan 32,46 persen menjadi 191,36 hektare.
Meski terdapat penurunan di sejumlah wilayah, tambahan luas panen dari daerah-daerah sentra produksi mampu mendorong kinerja pertanian padi Kaltim tetap tumbuh sepanjang 2025. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo