Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membangun Generasi Literat, Numerat, dan Cakap Bermatematika

R
Penulis: Redaksi KP❯
Salamia
Salamia

Advertisement

Oleh:

Salamia
Guru Matematika MTsN 1 Balikpapan, IRo-Society Balikpapan

KEMAJUAN suatu bangsa pada abad ke-21 tidak lagi hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusianya. Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan kecerdasan buatan, dan transformasi digital, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, mengambil keputusan berdasarkan data, serta menyelesaikan persoalan kehidupan secara logis.

Advertisement

Karena itu, pendidikan tidak cukup sekadar melahirkan peserta didik yang mampu menghafal pelajaran atau memperoleh nilai tinggi dalam ujian. Yang jauh lebih penting adalah membangun generasi yang literat, numerat, dan cakap bermatematika. Ketiga kemampuan tersebut merupakan fondasi utama bagi lahirnya masyarakat yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca. Literasi adalah kemampuan memahami, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara kritis. Di tengah banjir informasi dan maraknya penyebaran hoaks, kemampuan ini menjadi bekal penting agar seseorang mampu membedakan fakta dan opini, menyaring informasi yang diterima, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Begitu pula numerasi. Kemampuan ini bukan hanya soal menghitung, melainkan kecakapan memahami angka, membaca data, dan menggunakan informasi kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang memiliki kemampuan numerasi yang baik akan lebih rasional dalam menyikapi berbagai persoalan, mulai dari mengelola keuangan keluarga hingga memahami data ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan.

Advertisement

Sementara itu, kecakapan bermatematika memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menguasai rumus atau mampu menyelesaikan soal hitungan. Matematika sejatinya adalah cara berpikir. Melalui matematika, peserta didik belajar bernalar secara logis, mengenali pola, menganalisis persoalan, serta menyusun solusi secara sistematis. Kemampuan inilah yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern.

Sayangnya, kemampuan literasi, numerasi, dan matematika masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pendidikan Indonesia.

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang relatif sama. Capaian peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia umumnya lebih baik dibandingkan kemampuan numerasi dan matematika. Pemerintah pun mengakui bahwa aspek penalaran, pengolahan data, dan penyelesaian masalah kontekstual masih memerlukan penguatan yang serius.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai hasil Asesmen Nasional maupun studi internasional seperti PISA. Banyak peserta didik mampu menyelesaikan soal-soal rutin, tetapi mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada persoalan yang menuntut penalaran, analisis, dan penerapan konsep dalam situasi nyata. Mereka terbiasa menghafal prosedur penyelesaian, tetapi belum terbiasa memahami mengapa suatu konsep digunakan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Transformasi Peran Guru

Transformasi Peran Guru

Setiap kali lahir teknologi baru, selalu muncul prediksi bahwa peran guru akan segera tergantikan.

Cegah Kenakalan Remaja di Balikpapan, Polisi Masuk Sekolah Ingatkan Medsos hingga Bullying

Cegah Kenakalan Remaja di Balikpapan, Polisi Masuk Sekolah Ingatkan Medsos hingga Bullying

Polsek Balikpapan Utara menyambangi MTsN 1 Balikpapan beri edukasi cegah kenakalan remaja, bahaya perundungan, hingga bijak bermedia sosial.

Mengajar dengan Data, Bukan Dugaan: Menjadikan Asesmen Formatif sebagai Dasar Perbaikan Pembelajaran

Mengajar dengan Data, Bukan Dugaan: Menjadikan Asesmen Formatif sebagai Dasar Perbaikan Pembelajaran

Selama ini, penilaian di sekolah masih sering didominasi fungsi administratif dan sumatif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer