KALTIMPOST.ID-Di tengah dominasi sektor migas, impor nonmigas Balikpapan tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Pada April 2026, nilai impor nonmigas mencapai USD 63,10 juta atau meningkat 5,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto mengatakan pertumbuhan impor nonmigas menjadi indikator masih berlangsungnya aktivitas industri dan perdagangan di kota tersebut.
“Impor nonmigas mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan bahan baku dan barang penunjang yang masih cukup tinggi,” sebutnya.
Secara tahunan, impor nonmigas juga tumbuh 3,83 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar USD 60,77 juta.
Meski kontribusinya hanya sekitar 10,09 persen terhadap total impor, sektor nonmigas memiliki peran penting dalam menopang berbagai aktivitas ekonomi.
Selama Januari hingga April 2026, total impor nonmigas Balikpapan tercatat sebesar USD 226,01 juta. Angka tersebut mencerminkan keberlanjutan kebutuhan sektor industri, perdagangan, konstruksi hingga jasa yang berkembang di Balikpapan.
Marinda menilai pertumbuhan impor nonmigas perlu dipandang dari sisi produktivitas ekonomi.
Dengan posisi Balikpapan sebagai pusat jasa, perdagangan dan industri pengolahan di Kaltim, kebutuhan barang penunjang dari luar negeri diperkirakan masih akan terus meningkat seiring perkembangan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
“Impor tidak selalu menunjukkan ketergantungan terhadap produk luar negeri. Banyak komoditas yang masuk merupakan bahan baku dan barang modal yang digunakan untuk mendukung kegiatan produksi dan industri,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.