KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Produksi padi Kalimantan Timur sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Produksi padi mencapai 270,89 ribu ton gabah kering giling (GKG), meningkat 8,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 bertambah sekitar 21,23 ribu ton GKG dibandingkan 2024 yang mencapai 249,64 ribu ton GKG.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada September dengan volume mencapai 67,68 ribu ton GKG. Sebaliknya, produksi terendah terjadi pada Juni yang hanya sekitar 3,50 ribu ton GKG.
Secara wilayah, Kutai Kartanegara masih menjadi lumbung padi terbesar di Kaltim dengan produksi mencapai 110.870 ton GKG pada 2025, naik 4,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Posisi berikutnya ditempati Paser yang menghasilkan 67.650,90 ton GKG atau meningkat 27,92 persen, disusul Penajam Paser Utara 47.580,54 ton GKG.
Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan produksi. Berau menjadi wilayah dengan penurunan terbesar setelah produksinya turun 4.800,49 ton atau 28,76 persen menjadi 11.892,91 ton GKG. Penajam Paser Utara juga mengalami penurunan tipis 553,36 ton atau 1,15 persen dibandingkan 2024.
"Adapun produksi terendah pada 2025 tercatat di Bontang yang hanya mencapai 0,97 ton GKG, Balikpapan 256,24 ton GKG, dan Mahakam Ulu sebanyak 695,86 ton GKG," beber Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Meski terjadi penurunan di beberapa daerah, peningkatan produksi di sentra utama seperti Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Timur mampu mendorong total produksi padi Bumi Etam tetap tumbuh sepanjang 2025. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo