Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ogah Terjebak Rutinitas Angka, Ziw Urim Togatorop Temukan Kepuasan Kreativitas di Industri Perhotelan

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:14 WIB
BIKIN NYAMAN: Langkah pertama Ziw Urim Togatorop di dunia kerja justru dimulai dari industri perbankan, sebelum dia jatuh cinta pada dunia perhotelan.
BIKIN NYAMAN: Langkah pertama Ziw Urim Togatorop di dunia kerja justru dimulai dari industri perbankan, sebelum dia jatuh cinta pada dunia perhotelan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Garis takdir dan perjalanan karier seseorang memang kerap menghadirkan kejutan. Hal itulah yang dirasakan oleh Ziw Urim Togatorop.

Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa langkah pertama Ziw di dunia kerja justru dimulai dari industri perbankan. Dunia perbankan diakuinya memberi banyak pelajaran berharga. Mulai dari membentuk kedisiplinan tinggi, seni memberikan pelayanan prima, hingga kepiawaian merawat relasi dengan nasabah.

Kendati demikian, di balik rutinitas angka dan meja kantoran yang serba teratur itu, Ziw merasa ada gejolak ruang kreativitas di dalam dirinya yang belum sepenuhnya tersalurkan. Roda berputar, kompas hidupnya kemudian menuntun perempuan yang lahir di Padangsidempuan, 10 Februari 1996 ini untuk mengenal jagat perhotelan.

Ketertarikan itu muncul bukan semata karena kemewahan sebuah hotel, tetapi menyadari sektor hospitality memberikan ruang lebih luas untuk memadukan strategi pemasaran, komunikasi, kreativitas, hingga membangun pengalaman berkesan bagi tamu.

Baca Juga: Tak Sekadar Ganti Batu Bara, Transisi Energi Perlu Pastikan Keadilan bagi Masyarakat

Kini, sebagai Marketing Communication Manager Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Ziw menjadi sosok di balik berbagai kampanye promosi, peluncuran produk, acara sosial, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas.

"Memulai karier di dunia perbankan, saya menemukan ketertarikan baru pada industri perhotelan karena melihat potensi besar untuk mengaplikasikan kemampuan marketing secara lebih kreatif dan ekspresif," ungkap anak kelima dari tujuh bersaudara tersebut.

Menurutnya, menjadi seorang marketing communication di hotel bukan sekadar membuat materi promosi. Setiap kampanye membutuhkan ide yang matang, pemahaman terhadap karakter pasar, kemampuan membaca tren, hingga memastikan seluruh pesan yang disampaikan mampu memperkuat citra hotel.

Hobinya menjadi pembawa acara dan terlibat dalam berbagai penyelenggaraan event semakin memperkuat keyakinannya bahwa dunia hospitality merupakan tempat yang tepat untuk menyalurkan energi kreatif setiap hari. Baginya, tidak ada dua hari yang benar-benar sama.

Baca Juga: Pentacity Balikpapan Ikut Memeriahkan Euforia Piala Dunia 2026, Ini Beragam Event yang Digelar

Suatu hari ia bisa sibuk mempersiapkan pemotretan promosi restoran. Hari berikutnya mendampingi penyelenggaraan wedding, gala dinner, launching produk, hingga menyusun strategi komunikasi digital.

"Setiap hari berbeda. Dari campaign promosi, photoshoot, sampai event wedding, gala dinner maupun launching produk. Dinamika itu justru membuat saya menikmati pekerjaan ini," kata lulusan terbaik Program Sarjana Ekonomi Immanuel University tahun 2017 itu.

Pekerjaan tersebut juga menuntut kolaborasi lintas divisi. Ia harus berkoordinasi dengan tim Food and Beverage, Restaurant, Rooms Division, Engineering hingga operasional lainnya agar setiap program berjalan sesuai rencana.

Dari proses itu, kemampuan komunikasi dan koordinasi terus terasah. Yang paling membuatnya bertahan justru bukan karena banyaknya aktivitas, melainkan rasa puas ketika melihat sebuah acara berjalan sukses.

"Melihat event berjalan sukses, tamu tersenyum, dan brand hotel semakin dikenal memberikan kepuasan yang tidak saya temukan di rutinitas sebelumnya," ucapnya.

Di balik berbagai aktivitas tersebut, Ziw memiliki filosofi sederhana mengenai pekerjaannya. "Bagi saya, hotel bukan sekadar tempat kerja. Ini adalah panggung untuk kreativitas, koneksi, dan energi positif yang tidak pernah membuat bosan," katanya.

Baca Juga: Usung Konsep Western Modern Fusion, Skyhouse Mercure Samarinda Manjakan Pemburu Kuliner Steak Premium dengan Cita Rasa Lokal

Perjalanan karier itu juga dipengaruhi oleh sosok yang tak pernah ia lupakan. Inspirasi tersebut hadir secara tidak sengaja ketika dirinya masih menjadi pekerja paruh waktu yang mengelola talent entertainment di sebuah hotel di Jogjakarta.

Saat sedang menikmati staycation sebagai tamu di salah satu hotel jaringan Marriott, ia memperhatikan bagaimana seorang general manager senior memimpin tim.

Bukan sekadar memimpin, tetapi bagaimana sang GM menyapa tamu dengan hangat, memperhatikan detail pelayanan, sekaligus mampu mengarahkan seluruh tim dengan tenang.

"Saya melihat bagaimana beliau berinteraksi dengan tim dan tamu. Ada vibe yang berbeda, tenang, berwibawa, tetapi sangat hangat dan detail oriented. Dari situ saya termotivasi ingin menjadi bagian dari industri service," tuturnya. Pengalaman sederhana itu menjadi titik balik yang akhirnya mengubah arah kariernya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#tokoh inspiratif Balikpapan #Ziw Urim Togatorop #Marcom Platinum Hotel Balikpapan #Karier Perhotelan Balikpapan #Platinum Hotel Balikpapan