KALTIMPOST.ID - Perubahan dunia digital yang cepat menuntut profesi marketing communication kemampuan berpikir kreatif sekaligus adaptif. Namun bagi Marketing Communication Manager Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Ziw Urim Togatorop, keberhasilan di industri hospitality tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas.
Menurutnya, fondasi utama justru berawal dari kesediaan untuk melayani orang lain. "Mulailah dari suka melayani, bukan cuma suka tampil. Industri ini terlihat glamor dari luar, tetapi pekerjaannya sangat detail dan kadang harus siap bekerja hampir 24 jam," kata Zizi.
Pesan itu lahir dari pengalaman panjang yang ia jalani selama berkarier. Ia menilai generasi muda yang ingin masuk ke dunia marketing communication maupun hospitality perlu memiliki keseimbangan antara kemampuan digital dan soft skill.
Menguasai media sosial, fotografi, hingga strategi digital memang penting. Namun kemampuan berbicara, mendengarkan, membangun komunikasi, dan tetap tenang saat menghadapi krisis justru menjadi pembeda.
"Belajar digital memang penting, tetapi jangan lupakan soft skill. Kemampuan berbicara, mendengarkan, dan tetap tenang saat menghadapi krisis itulah yang membuat seseorang naik level," lanjutnya.
Dalam kesehariannya, Ziw juga berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Meski pekerjaannya penuh dinamika, ia tetap menyediakan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang disukai.
"Saat di rumah saya berusaha benar-benar hadir untuk diri sendiri. Saya beristirahat, berolahraga, menonton film, membaca buku, memotret bunga, atau menjadi penonton di berbagai acara," ucapnya.
Menariknya, hampir seluruh hobinya masih berkaitan dengan dunia kreatif yang menjadi bagian dari pekerjaannya. Karena itu, ia merasa pekerjaannya tidak pernah benar-benar menguras energi.
Selain itu, keberadaan tim yang solid juga menjadi faktor penting sehingga setiap pekerjaan dapat didelegasikan dengan baik. Ketika diminta menggambarkan dirinya hanya dalam tiga kata, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab. "Kreatif, kolaboratif, dan konsisten," tegasnya.
Baginya, kreativitas merupakan modal utama dalam menciptakan kampanye yang mampu menarik perhatian publik. "Saya percaya ide yang bagus bisa menjual jauh lebih kuat daripada sekadar memberikan diskon," timpalnya.
Sementara kolaborasi menjadi prinsip yang tidak pernah bisa dipisahkan dari pekerjaannya. Menurutnya, tidak ada satu pun kampanye marketing communication yang dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai departemen di hotel.
"Tidak ada campaign Marcom yang berjalan tanpa dukungan tim F&B, Rooms, Engineering dan seluruh bagian lainnya," jelasnya.
Adapun konsistensi menjadi nilai yang selalu ia pegang dalam membangun kepercayaan publik terhadap sebuah merek. "Kepercayaan terhadap sebuah brand dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan secara berulang setiap hari," ujarnya.
Filosofi tersebut juga tercermin dalam cara Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan membangun identitasnya. Menurut Ziw, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keunggulan hotel tersebut.
Baca Juga: Pentacity Balikpapan Ikut Memeriahkan Euforia Piala Dunia 2026, Ini Beragam Event yang Digelar
Ia menyebut ada tiga kekuatan utama yang dimiliki Platinum Hotel, yakni kapasitas convention hall yang mampu menampung ribuan peserta untuk kegiatan MICE maupun pesta pernikahan, fasilitas berstandar tinggi dengan ballroom tanpa tiang serta teknologi modern, dan yang paling penting adalah budaya service excellence.
"Yang paling membedakan kami adalah service excellence. Tim kami terbiasa bekerja cepat, detail, dan solutif sehingga klien merasa benar-benar dibantu, bukan sekadar dilayani," jelasnya. Bagi Ziw, pada akhirnya dunia hospitality bukan hanya tentang menjual kamar hotel ataupun ruang pertemuan.
Lebih dari itu, industri ini adalah tentang menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap tamu melalui kreativitas, kolaborasi, dan konsistensi yang dijaga setiap hari. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo