Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mudik Usai, Keberangkatan Penumpang di Pelabuhan Semayang Ambles 50 Persen, Ternyata Ini Pemicunya!

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:27 WIB
TURUN: Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat dari Pelabuhan Semayang pada April 2026 tercatat sebanyak 39.397 orang.
TURUN: Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat dari Pelabuhan Semayang pada April 2026 tercatat sebanyak 39.397 orang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Berbanding terbalik dengan lonjakan jumlah penumpang yang datang ke Balikpapan pada periode yang sama, April 2026, aktivitas keberangkatan penumpang melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami penurunan cukup tajam.

Fenomena tersebut menggambarkan berakhirnya arus mudik sekaligus normalisasi mobilitas masyarakat setelah libur Hari Raya Idulfitri.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada April 2026 tercatat sebanyak 39.397 orang. Jumlah tersebut turun 50,82 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 80.107 orang," ucap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Jika dibandingkan dengan April tahun lalu, penurunan juga masih terjadi. Pada April 2025, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Semayang mencapai 62.784 orang atau lebih tinggi 37,25 persen dibandingkan kondisi tahun ini.

Baca Juga: Naik Nyaris 178 Persen! Arus Balik Lebaran Bikin Pelabuhan Semayang Balikpapan Diserbu 75 Ribu Penumpang

Perubahan tersebut merupakan pola yang umum terjadi setiap selesai musim mudik. Setelah masyarakat melakukan perjalanan ke kampung halaman pada bulan sebelumnya, aktivitas keberangkatan mulai menurun karena sebagian besar masyarakat telah kembali ke tempat tinggal maupun lokasi bekerja.

"Penurunan jumlah penumpang yang berangkat menunjukkan mobilitas masyarakat mulai kembali normal setelah momentum mudik Lebaran berakhir. Pada saat yang sama, jumlah penumpang datang justru meningkat karena berlangsung arus balik menuju Balikpapan," ujarnya.

Perubahan pola pergerakan penumpang tersebut memperlihatkan karakteristik transportasi laut yang sangat dipengaruhi faktor musiman. Selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, volume keberangkatan biasanya meningkat karena masyarakat melakukan perjalanan ke daerah asal.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kalimantan Latih Warga Binaan Lapas Balikpapan Bertani, AFT Sepinggan Bekali Kemandirian Ekonomi

Setelah libur usai, arah pergerakan juga bergeser dengan meningkatnya jumlah penumpang yang kembali ke Balikpapan.

Sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menjadi tujuan utama ribuan pekerja dari berbagai daerah. Banyak tenaga kerja di sektor migas, pertambangan, jasa, perdagangan, konstruksi, hingga aparatur pemerintah yang kembali ke kota ini usai menikmati libur bersama keluarga di kampung halaman.

Meski jumlah penumpang berangkat mengalami penurunan, secara keseluruhan aktivitas angkutan laut masih menunjukkan perkembangan positif dibandingkan bulan sebelumnya.

Total penumpang yang datang dan berangkat mencapai 115.318 orang atau meningkat 7,31 persen dibandingkan Maret 2026 sebanyak 107.463 orang. Hal tersebut didorong tingginya lonjakan penumpang yang datang selama periode arus balik.

Marinda menjelaskan bahwa data transportasi tidak hanya menggambarkan aktivitas perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu indikator yang dapat mencerminkan dinamika ekonomi daerah.

Tingkat mobilitas yang tinggi biasanya berkaitan erat dengan aktivitas perdagangan, distribusi barang, jasa transportasi, hingga sektor pariwisata.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di Jawa Tengah dan NTB, Lebih dari 20 Ribu Warga Terdampak Krisis Air Bersih

"Transportasi merupakan salah satu indikator yang menggambarkan pergerakan ekonomi masyarakat. Perubahan jumlah penumpang pada periode tertentu umumnya dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama hari besar keagamaan dan masa libur panjang," katanya.

Normalisasi arus keberangkatan juga memberikan ruang bagi operator pelayaran untuk kembali menjalankan jadwal layanan secara reguler setelah sebelumnya menghadapi lonjakan permintaan selama musim mudik. Kepadatan di terminal penumpang mulai berkurang sehingga operasional pelabuhan berlangsung lebih stabil. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BPS Kota Balikpapan #penumpang berangkat #pelayaran Balikpapan #mudik lebaran #pelabuhan semayang