Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Efek Ramadan dan THR Sukses Bikin Sektor Hotel Hingga Ritel Panen Cuan Gila-gilaan!

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:05 WIB
TUMBUH: Daya beli masyarakat menunjukkan perbaikan, tercermin dari IPR yang membaik.
TUMBUH: Daya beli masyarakat menunjukkan perbaikan, tercermin dari IPR yang membaik.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Momentum Ramadan dan Idulfitri membawa berkah bagi sektor perdagangan di Kalimantan Timur. Bank Indonesia (BI) mencatat Lapangan Usaha (LU) Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 14,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 12,80 persen pada triwulan sebelumnya.

"Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat seiring pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), serta kuatnya momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendorong aktivitas perdagangan ritel maupun jasa," papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan, Rabu (1/7).

Meningkatnya aktivitas ekonomi juga terlihat dari sektor pariwisata. Rata-rata lama tamu menginap di hotel naik menjadi 1,84 hari, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,61 hari. Kinerja hotel berbintang pun ikut membaik. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) berbalik tumbuh positif 1,83 persen (yoy), setelah pada triwulan IV 2025 masih terkontraksi 13,58 persen.

Baca Juga: Dobrak Kebuntuan Izin Properti, Forum PKP Jadi Harapan Baru REI Balikpapan

Aktivitas mobilitas masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Total penerbangan yang sebelumnya terkontraksi 6,60 persen (yoy) kini hanya mengalami kontraksi tipis 0,50 persen (yoy), menandakan pergerakan masyarakat mulai meningkat.

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Kaltim yang membaik. Meski masih berada di zona kontraksi, penurunannya tidak sedalam periode sebelumnya.

"Indeks Penjualan Riil (IPR) Kaltim turut membaik dari kontraksi 46,70 persen (yoy) menjadi 36,40 persen (yoy) pada periode laporan, yang mengindikasikan perbaikan aktivitas konsumsi masyarakat meskipun masih dalam zona kontraksi," kata Jajang.

Kuatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri menjadi penopang utama pertumbuhan sektor perdagangan pada awal 2026. Meningkatnya aktivitas ritel, jasa, perhotelan, dan mobilitas masyarakat turut memperkuat kinerja perdagangan di Bumi Etam. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekonomi Kalimantan Timur 2026 #Perhotelan Kaltim #Indeks Penjualan Riil Kaltim #Pertumbuhan Ekonomi Kaltim #BI Kaltim