KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Hotel berbintang tiga semakin memperkuat posisinya sebagai pilihan utama tamu yang berkunjung ke Kota Balikpapan. Bahkan, tingkat penghunian hotel bintang tiga pada Mei 2026 mencapai 65,06 persen, tertinggi dibanding seluruh klasifikasi hotel.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa segmen hotel menengah memiliki daya tarik paling besar di tengah dinamika industri pariwisata dan perjalanan bisnis.
"Hotel bintang tiga mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi pada Mei 2026 sebesar 65,06 persen," sebutnya. Angka tersebut juga meningkat 2,17 poin dibanding April 2026. Jika dibandingkan dengan Mei 2025, kenaikannya bahkan mencapai 6,45 poin.
Di sisi lain, hotel bintang empat mencatat okupansi sebesar 55,02 persen, sedangkan hotel bintang lima berada di angka 50,56 persen. Hotel bintang satu dan dua menjadi kelompok dengan tingkat hunian terendah, yakni 40,74 persen.
Baca Juga: Hotel Bintang Tiga Jadi Primadona! Okupansi Hotel Berbintang di Balikpapan Melesat 55,98 Persen
Marinda menilai dominasi hotel bintang tiga tidak terlepas dari keseimbangan antara tarif, fasilitas, dan lokasi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan mayoritas tamu.
Selain itu, Balikpapan juga masih didominasi perjalanan dinas pemerintah, kunjungan perusahaan, hingga mobilitas pekerja sektor energi dan konstruksi yang cenderung memilih hotel dengan harga kompetitif namun tetap memiliki fasilitas memadai.
Secara keseluruhan, tingkat hunian hotel berbintang di Balikpapan mencapai 55,98 persen pada Mei 2026, meningkat dari 49,91 persen pada April 2026.
"BPS juga mencatat seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan paling tinggi justru terjadi pada hotel bintang empat yang melonjak 10,35 poin," ujarnya.
Namun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hotel bintang lima menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan okupansi. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap hotel premium belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, keberlanjutan tren tersebut akan sangat dipengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi, investasi, serta penyelenggaraan berbagai agenda nasional di Balikpapan dan kawasan IKN.
"Kondisi tersebut menunjukkan karakteristik pasar yang berbeda pada setiap kelas hotel. Segmen menengah masih menjadi penggerak utama industri perhotelan Balikpapan," kata Marinda. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo