Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Komoditas Merangkak Naik, BPS Kaltim Ungkap Biang Kerok Inflasi Juni 2026

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:23 WIB
Kepala BPS Kaltim - Mas’ud Rifai
Kepala BPS Kaltim - Mas’ud Rifai

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tren kenaikan harga berbagai komoditas di Kalimantan Timur masih terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, Bumi Etam mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) 3,20 persen pada Juni 2026, dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang melesat dari 108,91 menjadi 112,39.

Baca Juga: Belgia vs Senegal: Red Devils Diunggulkan, Senegal Keropos di Bawah Mistar

Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai mengungkapkan, angka inflasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan pergerakan harga di empat kabupaten dan kota sampel di Kaltim. Menurutnya, lonjakan inflasi ini dipicu oleh naiknya harga di sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

Berdasarkan data BPS, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi sektor yang mengalami lonjakan harga paling signifikan, yakni mencapai 10,49 persen. Disusul kemudian kelompok transportasi yang merangkak naik 7,10 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terkerek 3,67 persen.

Mas'ud membeberkan, jika dilihat dari sumbangsihnya terhadap inflasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi motor utama dengan andil 1,11 persen. Di posisi berikutnya, kelompok transportasi menyumbang andil 0,94 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,72 persen.

Baca Juga: Siapkan Kekuatan Terbaik, Jujitsu Kutim Bidik Pertahankan Gelar Juara di Porprov Paser

Lebih lanjut, BPS Kaltim juga memerinci sejumlah komoditas utama yang menjadi "biang kerok" atau pemicu utama pembengkakan inflasi tahunan. Komoditas tersebut bergerak dinamis mulai dari sektor energi, pangan, hingga pendidikan.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Juni 2026, antara lain emas perhiasan, bensin, angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), beras, cabai rawit, minyak goreng, sewa rumah, hingga biaya akademi atau perguruan tinggi," beber Mas'ud, Kamis (2/7).

Baca Juga: Pemadaman Listrik PLN Belum Ganggu Signifikan Distribusi Air Bontang, Perumda Tirta Taman Andalkan Sistem Interkoneksi WTP

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru menjadi satu-satunya sektor yang menahan laju inflasi dengan mencatatkan deflasi tipis sebesar 0,54 persen. (*)

Editor : Dwi Restu A
#kenaikan harga pangan #kaltim #inflasi