SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,70 persen pada Juni 2026. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif angkutan udara, hingga sejumlah komoditas pangan menjadi pemicu utama meningkatnya biaya hidup masyarakat.
Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Juni. Kenaikan harga di sektor tersebut memberikan andil sebesar 0,55 persen terhadap inflasi bulanan.
"Inflasi antarbulan pada Juni 2026 sangat dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok transportasi yang memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,55 persen," ujarnya.
Baca Juga: PHK Jadi Opsi Terakhir, Disnaker Dorong Mutasi hingga Kurangi Lembur
Secara wilayah, Kota Balikpapan menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Timur, yakni mencapai 0,86 persen. Disusul Kota Samarinda sebesar 0,72 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara 0,39 persen, dan Kabupaten Berau 0,27 persen.
Berdasarkan komoditas, bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,41 persen. Kenaikan tarif angkutan udara turut memberikan sumbangan 0,13 persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi menyumbang 0,07 persen. Komoditas bawang merah menjadi penyumbang utama dengan andil 0,07 persen, disusul beras dan ikan layang yang masing-masing memberikan andil 0,03 persen.
Meski demikian, laju inflasi berhasil tertahan oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,06 persen, diikuti cabai rawit 0,05 persen, serta semangka 0,03 persen.
Menariknya, menjelang tahun ajaran baru, harga perlengkapan sekolah justru mengalami penurunan. BPS mencatat komoditas tas sekolah memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen, sehingga kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mengalami deflasi tipis sebesar 0,01 persen pada Juni.
Mas'ud menjelaskan, dinamika harga berbagai komoditas tersebut menjadi faktor yang membentuk inflasi Kalimantan Timur sepanjang Juni 2026. Menurutnya, pemantauan terhadap perkembangan harga akan terus dilakukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
Editor : Muhammad Ridhuan