KALTIMPOST.ID-Tidak hanya tingkat hunian hotel yang meningkat, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang Kota Minyak juga mengalami kenaikan selama Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat rata-rata lama menginap tamu gabungan mencapai 1,79 hari.
Angka tersebut meningkat dibanding April 2026 yang sebesar 1,76 hari maupun Mei 2025 yang sebesar 1,67 hari.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan peningkatan ini menunjukkan aktivitas tamu di hotel berbintang semakin stabil.
“Rata-rata lama menginap tamu gabungan pada Mei 2026 mencapai 1,79 hari atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu,” kata Marinda.
BPS mencatat tamu asing memiliki rata-rata lama menginap yang jauh lebih tinggi dibanding wisatawan Nusantara.
Pada Mei 2026, tamu asing menginap rata-rata selama 2,52 hari. Angka tersebut naik 0,10 hari dibanding April 2026, namun masih lebih rendah 0,15 hari dibanding Mei 2025.
Sebaliknya, tamu nusantara rata-rata menginap selama 1,78 hari. Lama tinggal wisatawan domestik meningkat 0,03 hari dibanding April 2026 dan naik 0,13 hari dibanding Mei tahun lalu.
Menurut Marinda, pola tersebut menunjukkan karakteristik perjalanan kedua kelompok tamu yang berbeda.
Wisatawan mancanegara umumnya memiliki durasi perjalanan lebih panjang. Sedangkan tamu domestik mengalami peningkatan frekuensi maupun lama tinggal.
Sepanjang Mei 2025 hingga Mei 2026, rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi terjadi pada Desember 2025 sebesar 3,12 hari. Sementara titik terendah terjadi pada Maret 2026 sebesar 2,23 hari.
Adapun tamu Nusantara mencatat rata-rata lama menginap tertinggi pada Februari 2026 sebesar 1,82 hari dan terendah pada Juni 2025 sebesar 1,57 hari.
“Peningkatan rata-rata lama menginap memberikan dampak positif terhadap industri hotel karena semakin lama tamu berada di hotel, semakin besar pula potensi belanja terhadap berbagai layanan pendukung," ucap Marinda.
Ia menambahkan perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang mencerminkan semakin baiknya aktivitas sektor pariwisata dan perjalanan bisnis di Balikpapan. (rd)
Editor : Romdani.