KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Komoditas tambang masih menjadi penopang utama ekspor Kalimantan Timur. Dominasi sektor tersebut juga tercermin dari aktivitas ekspor di sejumlah pelabuhan utama, dengan Pelabuhan Balikpapan mencatat nilai pengapalan terbesar sepanjang Mei 2026.
Kenaikan nilai ekspor Kaltim pada Mei 2026 dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor migas maupun nonmigas dibandingkan bulan sebelumnya. "Secara bulanan, nilai ekspor migas meningkat 35,47 persen, sedangkan ekspor nonmigas naik 0,92 persen. Peningkatan ekspor nonmigas didorong oleh komoditas hasil tambang yang tumbuh 10,94 persen dan hasil pertanian 17,37 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai.
Dibandingkan Mei 2025, sektor nonmigas juga masih menunjukkan pertumbuhan. Kenaikan tersebut ditopang oleh ekspor hasil tambang yang meningkat 13,99 persen dan hasil pertanian yang melonjak 242,47 persen. Sementara itu, ekspor hasil industri mengalami penurunan tipis 0,19 persen secara tahunan.
Menurut Mas'ud, hingga Mei 2026 komoditas hasil tambang masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Bumi Etam. Selama Januari-Mei 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi 69,64 persen terhadap total ekspor. Adapun hasil industri berada di posisi kedua dengan kontribusi 21,94 persen, disusul sektor migas 8,32 persen.
Di sisi lain, aktivitas ekspor masih terkonsentrasi di sejumlah pelabuhan utama. Pada Mei 2026, Pelabuhan Balikpapan mencatat nilai ekspor terbesar USD449,78 juta, diikuti Pelabuhan Samarinda USD373,99 juta, serta Pelabuhan Tanjung Bara USD260,27 juta. Lima pelabuhan utama di Kaltim secara keseluruhan membukukan nilai ekspor USD1,47 miliar pada Mei 2026 atau naik tipis 0,11 persen dibandingkan April 2026.
Selama Januari-Mei 2026, Pelabuhan Balikpapan menjadi pintu ekspor terbesar dengan kontribusi 29,24 persen terhadap total ekspor Kaltim, disusul Pelabuhan Samarinda 19,57 persen dan Pelabuhan Tanjung Bara 13,67 persen. (riz)
Editor : Muhammad Rizki