Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PT SBMA Fokus Konsolidasi Internal pada 2026, Perkuat Efisiensi dan Fondasi Bisnis di Tengah Perlambatan Industri

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi PT SBM
Ilustrasi PT SBM

KALTIMPOST.ID-PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) memilih mengedepankan konsolidasi internal sepanjang tahun ini dibandingkan kembali melakukan ekspansi besar-besaran.

Langkah tersebut ditempuh sebagai strategi menjaga efisiensi sekaligus memperkuat fondasi perusahaan di tengah perlambatan yang masih dirasakan berbagai sektor industri.

Direktur Operasional dan Marketing PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) Frans Budianto Gunawan mengatakan, selama beberapa tahun terakhir perusahaan cukup agresif melakukan investasi dan pengembangan usaha.

Kini, perusahaan menilai saat yang tepat untuk mengevaluasi seluruh proses bisnis agar lebih terintegrasi.

“Fokus utama kami tahun ini adalah konsolidasi. Selama beberapa tahun terakhir kami cukup agresif melakukan ekspansi. Sehingga sekarang waktunya memperkuat fondasi perusahaan melalui standardisasi di seluruh cabang,” tutur Frans.

Baca Juga: BI Pastikan Inflasi Balikpapan dan PPU pada Juni 2026 Masih Terkendali, Stabilitas Harga Pangan Tetap Terjaga

Menurutnya, konsolidasi bukan berarti perusahaan menghentikan pertumbuhan. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi upaya agar setiap unit usaha memiliki standar operasional yang sama. Sehingga mampu meningkatkan efisiensi dalam jangka panjang.

Standardisasi tersebut meliputi sistem pelaporan, penerapan kesehatan, keselamatan kerja (HSE), pengelolaan dokumen, aset hingga tata kelola operasional yang seragam antara kantor pusat dan seluruh cabang perusahaan.

“Dari situlah efisiensi akan muncul. Ketika seluruh cabang memiliki standar yang sama, pengawasan menjadi lebih mudah dan pelayanan kepada pelanggan juga meningkat,” katanya.

Di sisi lain, kondisi pasar sepanjang kuartal pertama tahun ini memang mengalami perlambatan. Namun, penurunan yang dialami perusahaan relatif kecil dibanding kondisi industri secara umum.

Frans menjelaskan perlambatan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika geopolitik global hingga aktivitas ekonomi yang cenderung melambat pada awal tahun.

“Penurunannya sekitar dua hingga tiga persen dan tidak terlalu signifikan. Yang menjadi perhatian kami justru bagaimana meningkatkan kualitas penagihan dan efisiensi operasional,” jelasnya.

Memasuki kuartal kedua, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Aktivitas pelanggan perlahan meningkat sehingga mampu menutup pelemahan yang terjadi pada awal tahun.

Baca Juga: Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih, Ingatkan Sekolah Jangan Terima Murid Titipan

Perusahaan melihat sejumlah pelanggan di sektor pertambangan mulai kembali menjalankan aktivitas setelah mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan biaya operasional dan kondisi pasar.

“Kuartal kedua mulai ada kenaikan kembali. Pelanggan sudah mulai memiliki kepercayaan diri untuk kembali meningkatkan aktivitasnya sehingga ikut berdampak positif kepada kami,” ungkapnya.

Selain melakukan konsolidasi, SBMA juga mempercepat transformasi digital di lingkungan perusahaan. Sistem operasional akan diintegrasikan secara digital agar proses bisnis menjadi lebih efektif sekaligus mendukung pengambilan keputusan secara cepat.

Tak hanya itu, perusahaan juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai sertifikasi, termasuk standar penanganan bahan berbahaya dan peningkatan aspek keselamatan kerja.

Frans menilai investasi terhadap SDM menjadi bagian penting untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.

“Keahlian karyawan harus terus ditingkatkan karena industri ini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus. Bukan hanya SDM, tetapi peralatan kerja juga harus memenuhi standar keselamatan,” katanya.

Ia optimistis langkah konsolidasi yang dilakukan tahun ini akan memperkuat daya saing perusahaan ketika kondisi ekonomi nasional mulai kembali pulih.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan perusahaan tetap bertumbuh. Kalaupun kondisi bisnis belum lebih baik dibanding tahun lalu, setidaknya profitabilitas bisa meningkat melalui efisiensi dan tata kelola yang lebih baik,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #PT SBM #perlambatan ekonomi #Kutai Barat