KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nilai impor Kalimantan Timur mengalami penurunan tajam pada Mei 2026. Penurunan mencapai lebih dari separuh dibandingkan bulan sebelumnya, terutama dipicu berkurangnya impor sektor minyak dan gas (migas) yang selama ini mendominasi struktur impor daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai mengungkapkan, nilai impor Kaltim pada Mei 2026 tercatat sebesar USD310,68 juta. Angka tersebut turun 63 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai USD839,74 juta.
"Penurunan nilai impor disebabkan turunnya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 67,91 persen dan 21,65 persen," ujar Mas'ud.
Baca Juga: Kader PSI Minta Kaesang Lantik Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina
Berdasarkan data BPS, impor migas merosot dari USD750,74 juta pada April menjadi USD240,95 juta pada Mei 2026. Sementara itu, impor nonmigas juga turun dari USD89 juta menjadi USD69,73 juta.
Mas'ud menjelaskan, penurunan impor migas terutama dipengaruhi berkurangnya impor minyak mentah. Nilainya anjlok 85,81 persen secara bulanan menjadi USD77,80 juta.
Selain itu, impor gas alam turun 8,12 persen menjadi USD33,28 juta. Adapun impor hasil minyak masih tercatat sebesar USD129,87 juta, meski mengalami penurunan 21,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara tahunan, kinerja impor Kaltim juga menunjukkan tren penurunan. Pada Mei 2026, nilai impor tercatat turun 25,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut dipicu melemahnya impor migas sebesar 28,31 persen dan impor nonmigas sebesar 12,75 persen.
Baca Juga: Resep Cilok Isi Ayam, Gurih dengan Saus Kacang Cocok Jadi Camilan Sore di Rumah
Meski demikian, masih terdapat satu komponen migas yang mencatatkan pertumbuhan secara tahunan, yakni impor hasil minyak.
"Peningkatan nilai impor migas hanya terjadi pada komoditas hasil minyak sebesar 27,74 persen. Sementara impor minyak mentah dan gas alam mengalami penurunan masing-masing sebesar 61,31 persen dan 0,18 persen," tutup Mas'ud.
Editor : Ery Supriyadi