KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Impor nonmigas Kalimantan Timur dari negara-negara mitra dagang utama masih mengalami pelemahan pada Mei 2026. Penurunan terbesar berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Singapura. Meski demikian, beberapa negara seperti Australia dan Rusia justru mencatat kenaikan signifikan.
Total nilai impor nonmigas dari 13 negara asal utama pada Mei 2026 mencapai USD61,32 juta. Angka tersebut turun USD4,46 juta atau 6,78 persen dibandingkan April 2026.
“Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya nilai impor dari Malaysia sebesar USD8,38 juta, Amerika Serikat USD7,09 juta, dan Singapura USD3,53 juta,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai.
Baca Juga: Kabar Gembira untuk Warga Kubar, Urus Paspor Kini Lebih Dekat dan Mudah
Data BPS menunjukkan impor dari Malaysia anjlok 93,53 persen menjadi hanya USD580 ribu pada Mei 2026. Sementara itu, impor dari Amerika Serikat turun 61,71 persen menjadi USD4,40 juta, sedangkan impor dari Singapura menyusut 68,41 persen menjadi USD1,63 juta.
Di tengah penurunan tersebut, beberapa negara justru mencatat peningkatan. Impor dari Australia melonjak 116,42 persen menjadi USD14,37 juta. Sementara itu, impor dari Rusia mencapai USD7,78 juta setelah pada April tidak terdapat aktivitas impor dari negara tersebut. Impor dari Jepang juga meningkat 41,32 persen menjadi USD6,43 juta.
Secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, Tiongkok masih menjadi negara asal barang terbesar bagi Kalimantan Timur dengan nilai impor mencapai USD81,33 juta atau berkontribusi 22,10 persen terhadap total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan nilai impor USD42,75 juta dan kontribusi 11,62 persen, disusul Amerika Serikat sebesar USD36,01 juta atau 9,78 persen.
Mas’ud menambahkan, jika dilihat berdasarkan kawasan, negara-negara ASEAN masih menjadi penyumbang impor nonmigas terbesar ke Bumi Etam dengan nilai USD94,49 juta atau berkontribusi 25,67 persen selama Januari–Mei 2026.
Baca Juga: Geger Kemunculan Buaya di Sungai Kapao PPU, Polisi dan BPBD Gelar Operasi Tengah Malam!
Sementara itu, negara-negara Uni Eropa menyumbang impor nonmigas senilai USD64,53 juta atau 17,53 persen dari total impor nonmigas Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ery Supriyadi