Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PT SBMA Bidik Sektor Kesehatan sebagai Mesin Pertumbuhan Baru, Kurangi Ketergantungan Industri Pertambangan

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 9 Juli 2026 | 17:03 WIB
Ilustrasi produk PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA).
Ilustrasi 

KALTIMPOST.ID-PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mulai mengubah arah pengembangan pasarnya dengan memperbesar kontribusi sektor kesehatan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap industri pertambangan yang selama ini menjadi pasar utama gas industri.

Direktur Operasional dan Marketing PT SBMA Tbk Frans Budianto Gunawan mengatakan, perusahaan melihat layanan kesehatan sebagai sektor yang memiliki tingkat permintaan paling stabil dibandingkan sektor industri lainnya.

Baca Juga: Patut Dicontoh! SPBU di Balikpapan Ini Berani Tolak Pengetap BBM Bersubsidi dengan Mengawasi Ketat Pengendara yang Membeli Pertalite Berulang

Kebutuhan oksigen medis diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pembangunan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

“Healthcare merupakan sektor yang paling stabil. Kebutuhannya akan terus meningkat karena pertumbuhan penduduk berjalan terus. Rumah sakit juga masih terus berkembang sehingga permintaan oksigen medis relatif terjaga,” ucap Frans.

Menurutnya, strategi memperluas pasar ke sektor kesehatan menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun struktur bisnis yang lebih seimbang.

Selama beberapa tahun terakhir, permintaan gas industri masih didominasi aktivitas pertambangan sehingga perusahaan cukup rentan terhadap perubahan siklus komoditas.

Situasi tersebut terlihat pada kuartal pertama tahun ini ketika perlambatan aktivitas pertambangan ikut memengaruhi permintaan gas industri.

Namun, penurunan yang dialami perusahaan hanya berkisar dua hingga tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya memang ada perlambatan sekitar dua sampai tiga persen. Angka tersebut tidak signifikan, namun tetap menjadi perhatian kami agar dapat segera dikompensasi pada periode berikutnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perlambatan dipicu berbagai faktor eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik dunia dan kondisi ekonomi yang membuat sebagian perusahaan menunda ekspansi maupun aktivitas produksinya.

Baca Juga: Patut Ditunggu! Sejumlah Brand Ternama Bakal Dihadirkan di Central Park Borneo Bay Balikpapan yang Launching pada September 

Selain memperkuat sektor kesehatan, SBMA juga mengembangkan pasar ke industri galangan kapal serta proyek-proyek nonpertambangan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih baik dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, peluang pada industri perkapalan kini tidak hanya berasal dari aktivitas pendukung pertambangan, tetapi juga pembangunan infrastruktur maritim dan berbagai proyek industri lainnya yang membutuhkan pasokan gas industri.

“Potensi sektor kapal sekarang lebih banyak berasal dari kegiatan non-tambang. Kalau hanya bergantung pada pertambangan tentu ruang pertumbuhannya menjadi terbatas,” katanya.

Di saat bersamaan, perusahaan juga memperkuat fondasi operasional melalui pengembangan sistem digital yang terintegrasi.

Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus mempercepat pelayanan kepada pelanggan.

“Kami ingin diversifikasi usaha selesai sesuai target. Bersamaan dengan itu kami juga mengembangkan sistem digital yang terintegrasi sehingga operasional perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Frans optimistis kombinasi antara perluasan pasar dan peningkatan efisiensi akan memperkuat daya tahan perusahaan menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dengan portofolio pelanggan yang lebih beragam, perusahaan berharap mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Kami berharap ketika satu sektor mengalami penurunan, sektor lain bisa menjadi penopang sehingga bisnis perusahaan tetap berkelanjutan,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
#SBMA ekspansi bisnis #penajam paser utara #ibu kota nusantara #industri pertambangan #Kutai Barat