KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Isu lingkungan tak lagi dipandang sebagai pelengkap dalam industri kelapa sawit. Di Kalimantan Timur, pelaku usaha justru menjadikannya salah satu fokus utama untuk menjaga daya saing di pasar global sekaligus memastikan operasional perusahaan tetap berkelanjutan.
Wakil Ketua II Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim, Charles Thenda mengatakan, program kerja di bidangnya yakni lingkungan hidup dan kehutanan, serta sustainability pada periode 2026-2027 akan difokuskan pada penguatan tata kelola perusahaan anggota.
Baca Juga: Empat Tradisi Kutim Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Salah satu langkah yang ditempuh yakni mempercepat pemenuhan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di seluruh perusahaan anggota. GAPKI juga akan rutin memantau perkembangan sertifikasi tersebut sebagai bagian dari evaluasi organisasi.
Selain sertifikasi, perhatian besar juga diberikan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). GAPKI akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perkebunan Kaltim untuk memetakan wilayah rawan kebakaran di sekitar area konsesi perusahaan.
"Kami ingin mendapatkan informasi wilayah yang rawan kebakaran agar menjadi prioritas penanganan, termasuk melalui dukungan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)," kata Charles.
Baca Juga: Proyek PSEL Balikpapan Raya Garapan Pemerintah Pusat Tunggu Kelanjutan Realisasi
Tak berhenti di situ, perusahaan anggota juga akan didorong membentuk dan memperkuat Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran di sekitar kawasan perkebunan.
Charles menilai tantangan industri sawit ke depan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu memenuhi tuntutan lingkungan yang semakin tinggi.
Oleh sebab itu, GAPKI Kaltim akan menggelar berbagai sharing session mengenai isu lingkungan, mengikuti perkembangan regulasi, hingga mendukung implementasi program carbon fund di Kalimantan Timur. Organisasi juga ikut mengawal advokasi perubahan aturan pembukaan lahan tanpa membakar agar sejalan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Kejar Target 75 Persen Registrasi Perlinsos, Dinas Sosial Balikpapan Siapkan Layanan Jemput Bola
Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya mengusulkan penyelenggaraan Kaltim Palm Oil Sustainability Award. "Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menerapkan praktik terbaik, mulai dari aspek lingkungan, ISPO, zero conflict, produktivitas hingga pemberdayaan UMKM," ujarnya. (*)
Editor : Dwi Restu A